Notification

×

Iklan

Kerugian Petani KJA Maninjau Capai Rp125 Juta

Kamis, 16 April 2026 | 00:16 WIB Last Updated 2026-04-15T17:16:00Z

Ilustrasi

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan kerugian yang dialami petani keramba jaring apung (KJA) di Danau Maninjau mencapai sekitar Rp125 juta akibat peristiwa kematian ikan secara besar-besaran pada awal tahun 2026.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam, Rosva Deswira, menjelaskan bahwa kerugian tersebut berasal dari sekitar lima ton ikan yang mati pada akhir Januari 2026. Harga ikan di tingkat petani saat itu berkisar Rp25 ribu per kilogram.

Peristiwa tersebut terjadi di Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya. Menurutnya, kematian ikan dipicu oleh menurunnya kadar oksigen dalam air danau.

Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya curah hujan yang disertai angin kencang, sehingga menyebabkan pergerakan air dari dasar danau ke permukaan. Akibatnya, kandungan oksigen di perairan menurun drastis dan membuat ikan mengalami stres hingga mati secara massal.

Ia menambahkan, cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang mempercepat perubahan kondisi air yang berdampak langsung pada kelangsungan hidup ikan di keramba.

Saat ini, aktivitas petani mulai kembali berjalan seiring membaiknya kondisi cuaca. Meski demikian, pihak dinas mengingatkan agar petani lebih waspada dengan mengurangi jumlah benih yang ditebar serta melakukan panen lebih awal ketika cuaca buruk untuk menghindari kerugian lebih besar.

Selain itu, Rosva juga mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, total kerugian petani KJA di Danau Maninjau mencapai Rp35,71 miliar. 

Angka tersebut disebabkan oleh kematian ikan sebanyak 1.428,73 ton yang terjadi beberapa kali saat bencana hidrometeorologi melanda kawasan tersebut pada akhir November hingga Desember 2025.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update