Notification

×

Iklan

Jumlah Koperasi di Gunungsitoli Naik, Keaktifan Masih Rendah

Kamis, 02 April 2026 | 04:44 WIB Last Updated 2026-04-01T21:44:00Z


Jakarta, Rakyatterkini.com— Dalam dua tahun terakhir, jumlah koperasi di Kota Gunungsitoli mengalami peningkatan yang cukup pesat. Meski demikian, kenaikan tersebut belum sepenuhnya dibarengi dengan peningkatan kualitas kelembagaan, terutama dari sisi keaktifan operasional dan pemanfaatan teknologi.

Berdasarkan data dari Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Ketenagakerjaan setempat, jumlah koperasi tercatat bertambah dari 124 unit pada tahun 2024 menjadi 232 unit pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan adanya percepatan dalam pembentukan koperasi di wilayah tersebut.

Kepala dinas terkait, Dafril Hulu, menyebut bahwa pertumbuhan tersebut menjadi sinyal semakin besarnya kontribusi koperasi dalam mendukung perekonomian masyarakat. Ia menilai lonjakan jumlah koperasi dalam setahun terakhir tergolong signifikan.

Namun, dari total koperasi konvensional yang mencapai 132 unit, hanya separuhnya atau sekitar 66 unit yang aktif menjalankan kegiatan. Sisanya masih belum beroperasi secara maksimal.

Menurut Dafril, meskipun jumlah koperasi terus bertambah, tingkat keaktifan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditingkatkan agar seluruh koperasi dapat berfungsi optimal.

Ia juga menjelaskan bahwa koperasi di Gunungsitoli bergerak di berbagai sektor usaha sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Keberagaman ini menjadi kekuatan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat.

Dari sisi tata kelola, koperasi konvensional telah terintegrasi dengan sistem aplikasi ODS. Namun, pemanfaatan sistem tersebut baru mencapai sekitar 50 persen.

Pemerintah daerah sendiri terus mendorong digitalisasi koperasi. Akan tetapi, banyak koperasi yang masih menghadapi kendala, terutama dalam hal penyusunan laporan keuangan berbasis aplikasi.

Dafril mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan utama bagi koperasi dalam mengadopsi teknologi digital secara maksimal.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Gunungsitoli belum melakukan perbandingan perkembangan koperasi dengan daerah lain di Sumatera Utara, seperti Medan maupun Deli Serdang, karena belum adanya kajian atau survei komparatif.

Untuk saat ini, pemerintah daerah lebih memfokuskan perhatian pada penguatan internal koperasi agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan lebih efektif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa selain peningkatan jumlah, koperasi di Gunungsitoli juga memerlukan penguatan kualitas, terutama dalam hal keaktifan dan kemampuan beradaptasi dengan sistem digital.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update