Notification

×

Iklan

Jaksa Masuk Sekolah, Edukasi Hukum Siswa Padang Diperkuat

Selasa, 28 April 2026 | 12:17 WIB Last Updated 2026-04-28T06:47:28Z

Program Jaksa Masuk Sekolah menyasar siswa/i SMPN 13 Padang

Padang, Rakyatterkini.com – Upaya membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar terus diperkuat melalui kerja sama antara Kejaksaan Negeri Padang dan Pemerintah Kota Padang. 

Salah satunya diwujudkan lewat program Jaksa Masuk Sekolah yang digelar di SMP Negeri 13 Padang pada Senin (27/4/2026).

Program ini bukan sekadar kegiatan penyuluhan, tetapi juga menjadi bentuk nyata sinergi antarinstansi dalam menekan kenakalan remaja serta mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Negeri Padang Koswara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova, Kepala Badan Kesbangpol Padang Syahendri Barkah, Kepala SMPN 13 Padang Zulfarno, serta tim Jaksa Masuk Sekolah dari bidang intelijen Kejari Padang.

Dalam sesi penyuluhan, para jaksa memberikan materi mengenai berbagai isu yang kerap dihadapi remaja, seperti kenakalan pelajar, bahaya narkotika, perundungan (bullying), hingga pengenalan dasar hukum. Tujuannya adalah membekali siswa dengan pemahaman agar tidak terjerumus dalam tindakan melanggar hukum sejak dini.

Koswara menekankan pentingnya edukasi hukum di tengah tingginya kasus narkotika di Kota Padang. Ia mengungkapkan bahwa dari sekitar 100 perkara yang ditangani setiap bulan, mayoritas atau sekitar 90 persen berkaitan dengan narkoba.

“Setiap bulan rata-rata ada 100 kasus, dan sekitar 90 persen merupakan perkara narkotika. Ini menjadi perhatian serius yang harus ditekan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kejari Padang tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap pelaku kejahatan narkotika. Salah satunya dengan mengajukan tuntutan hukuman mati terhadap pengedar sabu dengan barang bukti mencapai 50 kilogram.

Menurutnya, jumlah tersebut berpotensi merusak banyak generasi muda jika sampai beredar luas. Karena itu, penindakan terhadap bandar narkoba dilakukan secara serius tanpa kompromi.

Meski begitu, keterlibatan pelajar dalam kasus narkotika dinilai masih relatif kecil. Kasus yang melibatkan remaja lebih sering terkait aksi tawuran dan perkelahian. Namun demikian, potensi ancaman tetap ada sehingga perlu dicegah melalui pendekatan edukatif dan preventif.

Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, turut memberikan dukungan terhadap langkah tersebut. Ia menilai peredaran narkotika harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya bisa mengancam masa depan generasi muda.

Ia juga menyoroti pentingnya penanganan menyeluruh terhadap kenakalan remaja, termasuk tawuran dan balap liar, dengan memperkuat edukasi hukum sejak usia sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Yopi Krislova, menyampaikan bahwa tingkat kenakalan remaja di Kota Padang mulai mengalami penurunan. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memberikan dampak positif.

“Sosialisasi terkait bahaya tawuran, balap liar, serta konsekuensi hukumnya terus dilakukan dan mulai memberikan pengaruh bagi siswa,” katanya.

Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, diharapkan pemahaman hukum para pelajar semakin meningkat sehingga mereka mampu menjauhi pelanggaran serta tumbuh menjadi generasi yang disiplin dan taat hukum di masa mendatang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update