Notification

×

Iklan

Helikopter Jatuh di Sekadau, Seluruh Penumpang Tewas

Sabtu, 18 April 2026 | 03:17 WIB Last Updated 2026-04-17T20:17:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa seluruh awak dan penumpang helikopter Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX yang mengalami kecelakaan di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, pada Kamis (16/4), dinyatakan meninggal dunia.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menjelaskan bahwa helikopter tersebut diawaki oleh satu pilot, yakni Capt. Marindra Wibowo. Selain itu, terdapat satu teknisi bernama Harun Arasyid serta enam penumpang di dalam penerbangan tersebut.

Enam penumpang itu terdiri dari seorang warga negara Malaysia bernama Patrick K., serta Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

“Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan titik lokasi jatuhnya helikopter. Berdasarkan hasil informasi di lapangan, seluruh korban, baik awak maupun penumpang, dipastikan meninggal dunia,” ujar Lukman dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas peristiwa tersebut.

Helikopter jenis Airbus Helicopter EC 130 T2 tersebut dioperasikan oleh PT Matthew Air Nusantara dengan rute penerbangan dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 di wilayah Kabupaten Sekadau.

Menurut penjelasan Lukman, helikopter mulai lepas landas pada pukul 07.37 WIB. Kemudian pada pukul 08.39 WIB, pesawat sempat mengirimkan sinyal darurat dari area hutan di Kalimantan Barat sebelum akhirnya kehilangan kontak pada pukul 09.15 WIB.

Selanjutnya, pada pukul 10.43 WIB, AirNav Indonesia mengeluarkan notifikasi keadaan darurat (DETRESFA) sesuai prosedur yang berlaku.

Saat ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bersama AirNav Indonesia dan sejumlah instansi terkait terus berkoordinasi dengan Basarnas serta TNI AU dalam upaya evakuasi dan penanganan lanjutan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pihak berwenang dan tidak menyebarkan spekulasi terkait kejadian ini,” tutup Lukman.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update