Notification

×

Iklan

Gangguan Audio Warnai Pembukaan MTQ Koto Tangah

Minggu, 19 April 2026 | 07:45 WIB Last Updated 2026-04-19T00:45:00Z

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir

Padang, Rakyatterkini.com – Sebuah insiden tak terduga mewarnai pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-42 tingkat Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Jumat (17/4/2025).

Saat Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, tengah menyampaikan sambutan, suasana yang awalnya berlangsung khidmat tiba-tiba berubah. Pidatonya mendadak terhenti setelah dari pengeras suara terdengar lagu “Lelaki Cadangan” yang diputar secara tidak sengaja.

Momen tersebut terekam dalam video dan kemudian viral di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat Maigus sempat menghentikan pidatonya dan tampak kebingungan sambil menoleh ke sekitar panggung untuk mencari sumber suara. Sejumlah tamu undangan yang hadir pun terlihat bereaksi, bahkan beberapa terdengar tertawa.

Sebelumnya, Maigus menyampaikan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari, sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang, yakni Smart Surau. Namun, sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, gangguan suara dari pengeras langsung menginterupsi suasana.

Panitia kemudian segera mengganti mikrofon yang digunakan dan melanjutkan acara. Maigus juga menyampaikan permohonan maaf kepada para hadirin, sekaligus menanggapi kejadian tersebut dengan nada santai.

“Mohon maaf, tadi ada sedikit gangguan teknis. Tidak apa-apa, ini pertanda MTQ Koto Tangah akan berjalan sukses,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta acara.

Meski berlangsung singkat, insiden tersebut menjadi perhatian publik. Camat Koto Tangah, Fizlan Setiawan, menjelaskan bahwa gangguan itu terjadi akibat kesalahan teknis atau human error, meskipun seluruh persiapan termasuk gladi bersih telah dilakukan.

“Memang terjadi kendala teknis yang tidak kami duga. Ini akan menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelaksanaan MTQ lebih baik lagi,” ungkapnya pada Sabtu (18/4/2025).

Ia juga menambahkan bahwa Wakil Wali Kota sempat merasa kurang nyaman dengan kejadian tersebut, namun panitia telah memberikan penjelasan serta menyampaikan permohonan maaf.

Menurut keterangan pihak teknis, sistem utama seperti bluetooth dan perangkat lainnya sudah dimatikan, namun diduga ada gangguan dari mikrofon nirkabel lain yang masih aktif dan masuk ke sistem audio acara.

“Semua sistem sudah kami matikan, hanya mic yang digunakan beliau yang aktif. Namun kemungkinan ada perangkat lain yang ikut tersambung tanpa terdeteksi,” jelasnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update