Notification

×

Iklan

Festival Randai Remaja Sumbar 2026 Digelar di Pariaman

Selasa, 28 April 2026 | 05:17 WIB Last Updated 2026-04-27T22:17:00Z

Lestarikan Budaya Minang, Sanggar Mustika Minang Gelar Festival Randai Remaja se-Sumbar

Padang, Rakyatterkini.com – Upaya menjaga dan melestarikan budaya Minangkabau di kalangan generasi muda terus diperkuat. Salah satunya dilakukan oleh komunitas pemuda Sanggar Seni Mustika Minang yang mengadakan Festival Randai Tradisi Remaja tingkat Sumatera Barat 2026 di Museum Budaya Kota Pariaman.

Kegiatan bertema “Galanggang Randai Rang Mudo” tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu hingga Minggu (25–26 April 2026), dan diikuti oleh ratusan pelajar SMP hingga SMA dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para pemuda yang turut aktif melestarikan budaya daerah. Ia menegaskan bahwa randai tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pembentukan karakter.

“Partisipasi generasi muda dalam kegiatan ini membuktikan bahwa nilai-nilai adat, kebersamaan, dan kearifan lokal masih hidup serta dapat terus diwariskan,” ujar Mulyadi saat menutup acara, Minggu (26/4/2026).

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kota Pariaman berkomitmen mendukung berbagai program kebudayaan berbasis masyarakat. Selain pelestarian budaya, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.

“Selama festival berlangsung, pelaku UMKM turut merasakan manfaat karena banyak pengunjung yang berbelanja di stan yang tersedia,” katanya.

Ketua pelaksana kegiatan, Eka Fitria, menjelaskan bahwa festival ini terselenggara berkat dukungan Kementerian Kebudayaan RI melalui program Dana Indonesiana.

“Kami dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman,” ungkap Eka yang juga merupakan guru Seni Budaya di SMKN 4 Pariaman.

Menurutnya, randai merupakan kesenian tradisional yang bersifat kolektif karena menggabungkan unsur teater, musik, tari, dan silat (silek). Melalui festival ini, diharapkan minat generasi muda, khususnya Gen Z, terhadap randai semakin meningkat.

Tercatat antusiasme peserta cukup tinggi. Dari ratusan pendaftar yang mengirimkan video seleksi, panitia memilih 15 peserta terbaik untuk masuk tahap berikutnya hingga akhirnya tersaring 8 finalis.

Dari hasil penilaian dewan juri, ditetapkan 5 peserta terbaik yang masing-masing memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar Rp5 juta serta biaya produksi Rp1 juta.

Selain perlombaan, acara ini juga diramaikan dengan workshop kebudayaan serta penampilan seni dari komunitas Darak Badarak.

Penutupan acara turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Syaiful Bahri, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update