Pasaman, Rakyatterkini.com – Upaya pencarian dua orang yang terseret arus banjir di Sungai Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, akhirnya dihentikan setelah keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa korban pertama, Meji Ardi (37), telah lebih dulu ditemukan sehari sebelumnya. Sementara itu, korban kedua, Dewi Hayati (50), ditemukan pada Jumat (17/4/2026).
Laporan kejadian awal diterima dari Wali Nagari Alahan Mati, Rivo Niswar, pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 19.03 WIB. Insiden bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika hujan deras menyebabkan debit air sungai meningkat hingga meluap dan menghambat kendaraan yang ditumpangi para korban.
Saat berusaha menyelamatkan diri dengan keluar dari mobil, kedua korban justru terbawa derasnya arus sungai.
Memasuki hari ketiga pencarian pada Jumat pagi, tim SAR membagi personel menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) dengan cakupan area pencarian sekitar 9 kilometer.
Tim SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan perahu rafting sejauh 6,5 kilometer. Sementara itu, SRU 2 dan SRU 3 menyisir jalur darat di sisi kiri dan kanan sungai masing-masing sejauh 2,5 kilometer.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Dewi Hayati ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada jarak kurang lebih 8 kilometer dari titik awal kejadian. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas Simpati pada pukul 11.20 WIB.
Dengan ditemukannya korban terakhir, seluruh tim yang terlibat menggelar evaluasi (debriefing) pada pukul 11.58 WIB dan sepakat mengakhiri operasi pencarian.
Operasi ini melibatkan berbagai pihak, seperti Pos SAR Pasaman, TNI, Polres Pasaman, Brimob, Polsek Bonjol, BPBD Pasaman dan Pasaman Barat, Kelompok Siaga Bencana Alahan Mati, serta dukungan masyarakat setempat.
Selama proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan hanya diguyur hujan ringan dan tidak ditemukan kendala berarti di lapangan.(da*)


