Notification

×

Iklan

BRIN Kembangkan Petasol dari Sampah Plastik

Senin, 27 April 2026 | 02:45 WIB Last Updated 2026-04-26T19:45:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Upaya untuk menjawab tantangan krisis energi sekaligus penanganan sampah plastik kini melahirkan inovasi baru. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengembangkan bahan bakar alternatif bernama Petasol, yang dibuat dari hasil pengolahan limbah plastik menggunakan teknologi pirolisis.

Inovasi tersebut telah melalui uji coba di sektor perikanan, tepatnya di Jepara, Jawa Tengah, dengan Petasol dimanfaatkan sebagai bahan bakar perahu nelayan.

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa Petasol hadir sebagai solusi terpadu untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

“Petasol berasal dari sampah plastik yang sudah tidak bisa didaur ulang. Ini menjadi jawaban atas persoalan limbah sekaligus sumber energi alternatif,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa mesin perahu tetap bekerja dengan stabil saat menggunakan bahan bakar tersebut, sehingga membuka peluang pemanfaatan lebih luas di sektor perikanan maupun pertanian.

Petasol sendiri diproduksi melalui mesin berbasis teknologi pirolisis Fastpol Gen-5, yang mampu mengolah berbagai jenis plastik seperti LDPE, HDPE, PP, hingga PS, termasuk dalam kondisi kotor maupun basah. Teknologi ini memungkinkan limbah yang sebelumnya tidak bernilai ekonomis diubah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Tri Martini Patria, menambahkan bahwa teknologi ini juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Pengolahan sampah plastik dengan metode pirolisis mampu menurunkan emisi hingga sekitar 79 persen dibandingkan pembakaran terbuka,” jelasnya.

Dari sisi ekonomi, Petasol diperkirakan memiliki nilai keuntungan sekitar Rp4.700 per liter. Selain itu, hasil pengujian laboratorium menunjukkan kualitasnya sudah memenuhi standar bahan bakar diesel.

Teknologi ini juga dinilai mudah diterapkan di tingkat komunitas. Dengan kapasitas pengolahan sekitar 50 kilogram, satu unit mesin dapat melayani kebutuhan hingga 1.000 kepala keluarga.

BRIN mencatat, inovasi serupa telah diterapkan di 84 kabupaten dan kota di Indonesia, serta akan terus diperluas terutama di wilayah pesisir dan daerah pertanian.

Pengembangan Petasol ini diharapkan dapat memperkuat penerapan ekonomi sirkular, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta meningkatkan nilai tambah dari limbah menjadi sumber daya yang lebih produktif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update