Notification

×

Iklan

Agam Gencarkan Imunisasi Tambahan Tekan Campak

Minggu, 19 April 2026 | 21:37 WIB Last Updated 2026-04-19T14:37:00Z

Ilustrasi

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengambil langkah percepatan dengan menggelar imunisasi tambahan secara serentak di sejumlah daerah yang terdampak wabah maupun memiliki tingkat imunisasi yang masih rendah. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi penyebaran penyakit campak.

Kepala Dinas Kesehatan Agam, Hendri Rusdian, menyampaikan pada Minggu bahwa program imunisasi tambahan atau Outbreak Response Immunization (ORI) telah dilaksanakan di delapan kecamatan.

Delapan wilayah tersebut antara lain Palembayan, Lubuk Basung, Sungai Pua, Ampek Angkek, Ampek Koto, Matur, Tanjung Raya, dan Kamang Magek. Menurutnya, daerah-daerah tersebut menjadi prioritas karena mengalami peningkatan kasus atau cakupan imunisasi yang belum optimal.

Selain pelaksanaan ORI, Dinas Kesehatan Agam juga terus menjalankan imunisasi campak rutin bagi bayi berusia sembilan bulan melalui layanan puskesmas dan posyandu.

Berbagai langkah lain turut dilakukan, seperti menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan campak.

Pihak dinas juga memperkuat deteksi dini dengan melakukan pemantauan, pelaporan, serta penyelidikan cepat terhadap setiap dugaan kasus campak. Surveilans dilakukan secara intensif untuk memastikan kasus dapat segera teridentifikasi.

Dalam penanganan wabah, tim kesehatan melakukan penelusuran sumber penularan serta mengidentifikasi kelompok yang rentan terdampak.

Bagi penderita campak, dianjurkan untuk melakukan isolasi agar tidak menularkan penyakit ke orang lain. Selain itu, pasien juga diberikan perawatan pendukung seperti vitamin A dan obat penurun demam.

Edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan, termasuk mengenai gejala, cara penularan, serta pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit tersebut.

Dinas Kesehatan Agam juga telah membentuk Tim Gerak Cepat guna merespons potensi wabah dengan lebih sigap.

Hendri menyebutkan bahwa berbagai langkah telah diupayakan untuk mengendalikan penyebaran campak di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang ada, jumlah kasus campak di Kabupaten Agam dari Januari hingga 18 April 2026 mencapai 59 kasus, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 48 kasus.

Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan dapat menekan angka kasus campak di masa mendatang.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update