Notification

×

Iklan

Agam Gelar Upacara HUT Otda ke-30 Tahun 2026

Rabu, 29 April 2026 | 22:35 WIB Last Updated 2026-04-29T15:35:00Z

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tekankan Sinergi Pusat-Daerah

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com– Pemerintah Kabupaten Agam menyelenggarakan upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 tahun 2026 dengan penuh khidmat di halaman Kantor Bupati Agam, Senin (27/4).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Agam, Ilham, bertindak sebagai inspektur upacara. Ia menekankan pentingnya kerja sama yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah demi tercapainya pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Ilham menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara besar, tidak hanya dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk, tetapi juga kaya akan keberagaman budaya, sumber daya alam, serta potensi daerah.

“Potensi besar ini tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat antar tingkatan pemerintahan,” ujarnya.

Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengangkat tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, yang menggambarkan peran daerah dalam mengelola potensi lokal secara mandiri, sekaligus memperkuat hubungan kerja dengan pemerintah pusat untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.

Ilham juga menegaskan bahwa penyelarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perlunya kesatuan visi, kebijakan strategis, serta pelaksanaan program yang berkelanjutan di semua level pemerintahan menuju Indonesia Emas.

Dalam sambutan tersebut turut disampaikan sejumlah agenda strategis yang perlu mendapat perhatian, seperti pelaksanaan program prioritas nasional yang mencakup delapan sektor utama, di antaranya ketahanan pangan, kemandirian energi, pendidikan, kesehatan, serta pengentasan kemiskinan.

Selain itu, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi dan inovasi daerah juga dinilai penting untuk menciptakan pemerintahan yang lebih efisien, adaptif, dan modern.

Isu kemandirian fiskal daerah turut menjadi perhatian, mengingat masih banyak daerah yang bergantung pada dana transfer pusat. Karena itu, peningkatan pendapatan asli daerah serta penguatan skema kerja sama pembiayaan perlu terus dioptimalkan.

Kolaborasi antar daerah juga dinilai penting untuk mengurangi kesenjangan pembangunan. Pemerintah daerah diharapkan tidak berjalan sendiri, tetapi saling terhubung dan bekerja sama dengan wilayah lain.

Di sisi lain, peningkatan pelayanan dasar serta penguatan ketahanan dan stabilitas daerah menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama, seiring semakin kompleksnya dinamika pembangunan.

Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa penguatan kapasitas daerah menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan otonomi daerah. Upaya tersebut meliputi peningkatan kompetensi aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi, penguatan kapasitas keuangan daerah, serta reformasi kelembagaan yang transparan dan akuntabel.

“Pemerintah daerah tidak hanya berperan sebagai pelaksana kebijakan, tetapi juga harus aktif dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan potensi daerah agar pembangunan dapat berjalan lebih adil dan merata,” tegasnya.

Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini turut dihadiri Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, pimpinan OPD, Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita, ninik mamak, serta tamu undangan lainnya.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update