Jakarta, Rakyatterkini.com– Analisis video terbaru menunjukkan rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat (AS) menabrak sekolah putri di Kota Minab, Iran, pada 28 Februari lalu. Temuan ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang sebelumnya menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Pada Sabtu pekan lalu, Trump menyatakan kepada wartawan bahwa Iran berada di balik serangan tersebut. “Itu dilakukan oleh Iran. Amunisi mereka sangat tidak akurat,” ucapnya.
Namun, rekaman video yang telah diverifikasi memperlihatkan detik-detik rudal Tomahawk menghantam sekolah, menewaskan lebih dari 160 siswi dan memicu kecaman internasional. Dugaan kuat menyebut bahwa target sebenarnya adalah markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang berada berdekatan dengan sekolah.
Analisis mendalam yang dilakukan oleh Bellingcat, kelompok media investigasi berbasis di Belanda, mengonfirmasi bahwa AS kemungkinan besar bertanggung jawab atas serangan tersebut. Mereka menelusuri lokasi video yang dirilis Kantor Berita Mehr Iran, yang menunjukkan kepulan asap tebal dari kompleks sekolah pasca ledakan.
Bellingcat menekankan bahwa hanya AS yang memiliki rudal Tomahawk dengan jangkauan ke wilayah tersebut, sementara Israel tidak mengoperasikan sistem rudal serupa. Temuan ini sejalan dengan laporan beberapa media internasional, termasuk The Wall Street Journal, yang mengutip pejabat AS, menyatakan bahwa penyelidik militer menilai pasukan AS kemungkinan berada di balik serangan, meski penyelidikan resmi belum menghasilkan kesimpulan akhir.
Sementara itu, The New York Times mengungkapkan, berdasarkan citra satelit dan geolokasi video, serangan terhadap sekolah terjadi bersamaan dengan serangan di pangkalan angkatan laut IRGC yang berdekatan. Seorang mantan pejabat Angkatan Udara AS menyebut insiden ini kemungkinan akibat kesalahan identifikasi target.
BBC Verify juga melaporkan sejumlah lokasi di sekitar area terdampak mengalami kebakaran hebat, termasuk fasilitas IRGC yang berada dekat kompleks sekolah.(da*)


