Padang, Rakyatterkini.com – Pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat mencapai 5,7% pada 2026. Untuk mewujudkan target ini, berbagai strategi pengungkit pertumbuhan disusun dengan menyesuaikan potensi di setiap kabupaten dan kota, termasuk di Solok Selatan.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menjelaskan bahwa strategi pengembangan ekonomi provinsi dibagi ke dalam empat kelompok. Tiga di antaranya dapat diterapkan di Solok Selatan, salah satunya melalui hilirisasi agroindustri dan pengembangan sektor devisa.
“Solok Selatan baru saja meresmikan pabrik pengolahan kepala sawit, yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Mahyeldi dalam Rapat Koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan di Kantor Bupati Solok Selatan, Sabtu (7/3/2026).
Selain itu, transformasi pariwisata dan pengembangan ekonomi hijau juga menjadi sumber pertumbuhan potensial. Gubernur menekankan pentingnya memastikan kebersihan, kesehatan, dan keamanan destinasi wisata agar dapat menarik lebih banyak kunjungan.
“Keberhasilan pengembangan geotermal di Solok Selatan menjadi contoh sekaligus destinasi studi bagi daerah lain di Sumatera Barat yang memiliki potensi serupa,” tambahnya.
Potensi lain yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1–2% per tahun adalah akselerasi UMKM. Dari total 11.535 UMKM di Solok Selatan, pemerintah mendorong peningkatan penjualan dengan efisiensi biaya, salah satunya melalui digitalisasi dan kerja sama dengan perusahaan yang memiliki proyek di wilayah tersebut.
Sementara itu, Bupati Solok Selatan, H. Khairunas, menyampaikan perlunya dukungan dari pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan daerah, terutama dengan semakin berkurangnya dana transfer dari pusat.
“Dengan berkurangnya dana transfer, kami sangat membutuhkan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memajukan Solok Selatan,” ungkap Khairunas.
Ke depan, Khairunas berharap koordinasi rutin antara pemerintah kabupaten dan provinsi dapat terus ditingkatkan sebagai upaya bersama mendukung pembangunan daerah.
Dalam rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan juga menyampaikan beberapa prioritas, antara lain:
Kerja sama pendanaan pendidikan untuk tingkat SMA/SMK.
Pemeliharaan jalan provinsi guna mendukung mobilitas masyarakat.
Pengembangan transportasi publik.
Penanganan berbagai urusan mulai dari kawasan permukiman, perhubungan, pendidikan, hingga kesehatan.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Solok Selatan.(da*)


