Jakarta, Rakyatterkini.com – Ramadan 1447 Hijriah kini memasuki sepuluh malam terakhir, periode yang sangat istimewa bagi umat Islam untuk menantikan malam Lailatul Qadar, yang disebut dalam Al-Qur’an memiliki nilai ibadah lebih baik daripada seribu bulan.
Miftahul Huda, Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), menjelaskan bahwa Lailatul Qadar biasanya terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Pada malam tersebut, malaikat turun membawa berkah dan menciptakan suasana sejahtera hingga fajar tiba.
“Rasulullah menganjurkan kita untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan ibadah,” kata Miftahul, Jumat (6/3/2026). Ia menekankan bahwa waktu pasti turunnya Lailatul Qadar tidak bisa ditentukan, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah di seluruh sepuluh malam terakhir.
Perbedaan penentuan awal Ramadan memengaruhi perkiraan malam Lailatul Qadar:
Versi pemerintah & NU (awal Ramadan 19 Februari 2026):
Malam ke-21: Selasa, 10 Maret 2026
Malam ke-23: Kamis, 12 Maret 2026
Malam ke-25: Sabtu, 14 Maret 2026
Malam ke-27: Senin, 16 Maret 2026
Malam ke-29: Rabu, 18 Maret 2026
Versi Muhammadiyah (awal Ramadan 18 Februari 2026):
Malam ke-21: Senin, 9 Maret 2026
Malam ke-23: Rabu, 11 Maret 2026
Malam ke-25: Jumat, 13 Maret 2026
Malam ke-27: Minggu, 15 Maret 2026
Malam ke-29: Selasa, 17 Maret 2026
Meski terdapat perbedaan satu hari, pesan utama tetap sama: perbanyak ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.(da*)


