Padang, Rakyatterkini.com— Memperingati ulang tahun ke-9, Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan demi layanan yang lebih prima bagi masyarakat.
Selain itu, rumah sakit ini juga berupaya menjadi pusat pendidikan kedokteran utama bagi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Momentum tersebut dirayakan melalui acara buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah di Padang, Jumat (6/3/2026), sebagai bagian dari peringatan hari jadi ke-9 RS Unand.
Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi, menyampaikan bahwa ulang tahun ini menjadi pemicu bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk semakin meningkatkan pelayanan kesehatan, pengabdian masyarakat, dan kegiatan edukasi.
“Dengan sumber daya manusia yang kompeten, kami dapat lebih fokus pada peningkatan layanan, pengabdian, serta edukasi kesehatan,” ujar Efa.
Ia menambahkan, prinsip pelayanan 3S — senyum, speed (kecepatan), dan secure (keamanan) — yang umum di perbankan, bisa dijadikan inspirasi untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kecepatan dalam pelayanan sangat penting, terutama dalam penanganan pasien dan pemberian obat, tetapi tetap harus diimbangi dengan ketepatan dan keamanan.
Selama sembilan tahun beroperasi, RS Unand telah mencatat sejumlah pencapaian, seperti peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B, meraih akreditasi paripurna bintang lima, serta menjadi penyangga layanan kanker di wilayah Sumatera bagian tengah.
Direktur Utama RS Unand, Muhammad Riendra, menegaskan target rumah sakit ini untuk menjadi rumah sakit pendidikan utama Fakultas Kedokteran Unand. Saat ini, RS Unand masih berstatus sebagai rumah sakit satelit dari RSUP M Djamil.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas SDM dan fasilitas kesehatan secara bertahap agar RS Unand bisa menjadi rumah sakit pendidikan utama,” jelas Riendra.
Selain fokus pada pendidikan, manajemen juga menargetkan peningkatan jumlah pasien umum untuk memperkuat kemandirian keuangan rumah sakit. Saat ini sekitar 90 persen pasien RS Unand adalah peserta BPJS Kesehatan, sedangkan 10 persen pasien umum. Ke depannya, RS Unand menargetkan komposisi menjadi 70 persen pasien BPJS dan 30 persen pasien umum.(da*)


