Notification

×

Iklan

Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Kembali 1 April 2026

Rabu, 04 Maret 2026 | 02:12 WIB Last Updated 2026-03-03T19:12:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengumumkan bahwa jalur pendakian Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, akan kembali dibuka pada 1 April 2026. Penutupan sebelumnya dilakukan untuk melakukan pemulihan ekosistem kawasan selama musim hujan.

Kepala Balai TNGR NTB, Budhy Kurniawan, menyampaikan bahwa pembukaan resmi jalur pendakian akan ditandai dengan kegiatan Ajang Rinjani Begawe 2026 pada 28 Maret di Teras Udayana, Kota Mataram.

“Kegiatan ini menjadi momentum resmi pembukaan jalur pendakian sekaligus peluncuran program strategis berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Budhy, Selasa (3/3/2026).

Beberapa agenda utama dalam kegiatan tersebut antara lain program Rinjani 7, kalender event Rinjani, Putri Rinjani, deklarasi kerja sama dengan Universitas Mataram, serta penyerahan SK persetujuan penggunaan air non-komersial. Budhy menegaskan, seluruh rangkaian ini menjadi wujud sinergi pengembangan ekowisata berkelanjutan sekaligus memastikan pendakian yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Selama penutupan, Balai TNGR melakukan survei menyeluruh pada jalur pendakian, mencakup Aik Berik, Timbanuh, Tetebatu, Sembalun, Torean, dan Senaru. Survei dilakukan untuk menentukan titik pembangunan shelter, pemasangan railing, penataan jalur, hingga pemetaan sumber mata air, khususnya di Plawangan Sembalun.

“Hasil survei ini menjadi pedoman utama dalam peningkatan sarana dan prasarana pendakian, sehingga jalur lebih aman, nyaman, tertata, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan,” kata Budhy.

Setiap temuan, mulai dari kondisi jalur, titik rawan, kebutuhan fasilitas keselamatan, hingga kenyamanan pendaki, dicatat dan dianalisis secara rinci. Data tersebut kemudian menjadi dasar prioritas perbaikan fasilitas, sehingga pengelolaan jalur dilakukan berbasis data nyata, bukan sekadar asumsi.

“Harapannya, seluruh jalur pendakian dapat terus ditingkatkan kualitasnya, memberikan pengalaman mendaki yang lebih baik tanpa mengorbankan aspek konservasi,” tutup Budhy.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update