Jakarta, Rakyatterkini.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan penyaluran pembiayaan akan mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan bahwa periode Ramadhan hingga menjelang Lebaran biasanya menjadi momen strategis untuk memperluas penyaluran pembiayaan.
“Periode ini menjadi momentum peningkatan penyaluran pembiayaan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat serta tambahan modal kerja UMKM secara musiman,” ujar Agusman dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Menurut Agusman, data historis menunjukkan tren positif pada sektor pergadaian, multifinance, hingga pinjaman daring (pindar) dalam dua tahun terakhir. Di sektor pergadaian, penyaluran pembiayaan meningkat 1,78 persen secara bulanan (mtm) pada Maret 2024, dan 1,66 persen mtm pada Maret 2025.
Ia menilai industri pergadaian tetap memiliki peluang tumbuh, meski menghadapi persaingan dengan produk pembiayaan digital seperti pinjaman daring dan Buy Now Pay Later (BNPL). Keunggulan pergadaian terletak pada kemudahan akses pembiayaan berbasis agunan bagi masyarakat.
Selain itu, sepanjang 1 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026, tercatat 165 pelaku usaha mengajukan izin usaha pergadaian. Total perusahaan pergadaian berizin hingga Januari 2026 mencapai 223 perusahaan, dengan dua di antaranya sedang mengupayakan perluasan lingkup usaha menjadi nasional.
OJK juga mencatat potensi pertumbuhan pembiayaan pada industri multifinance. Pada Maret 2024, penyaluran pembiayaan multifinance meningkat 2,05 persen mtm dengan tingkat pembiayaan bermasalah (NPF gross) 2,45 persen. Sementara Maret 2025, pertumbuhan tercatat 0,78 persen mtm dengan NPF gross 2,71 persen.
Di sektor pinjaman daring, nilai penyaluran pembiayaan meningkat 8,9 persen mtm pada Maret 2024 dan 3,8 persen mtm pada Maret 2025. Meski volume pembiayaan meningkat, OJK memperkirakan kualitas pendanaan yang tercermin dari TWP90 tetap terjaga di bawah 5 persen selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Agusman menekankan pentingnya penguatan sistem penilaian kredit dan verifikasi peminjam untuk menjaga kualitas pembiayaan. “Penguatan credit scoring dan verifikasi borrower perlu dilakukan agar pertumbuhan pembiayaan selama momentum Lebaran tetap sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.(da*)


