Notification

×

Iklan

Musrenbang RKPD 2027 Tanah Datar Digelar, Stunting Jadi Fokus

Selasa, 31 Maret 2026 | 20:34 WIB Last Updated 2026-03-31T14:34:09Z

Bupati Eka Putra tekankan penanganan stunting di Musrenbang.

Tanah Datar, Rakyatterkini.com- Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang dipadukan dengan agenda tematik penanganan stunting. 

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Eka Putra di aula kantor bupati pada Senin (31/3/2026), dan turut dihadiri Wakil Bupati Ahmad Fadly.

Forum ini bertujuan memaparkan arah kebijakan serta program prioritas pembangunan tahun 2027, sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pihak guna menyempurnakan rancangan RKPD. Kepala Bappedalitbang Tanah Datar, Adriyanti Rustam, menyebutkan bahwa sekitar 250 peserta dari beragam unsur hadir dalam kegiatan tersebut.

Peserta yang terlibat meliputi pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, perwakilan DPRD Provinsi Sumatera Barat dari daerah pemilihan Tanah Datar, organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat provinsi dan kabupaten, instansi vertikal, akademisi, perwakilan nagari, hingga organisasi kemasyarakatan.

Adriyanti menjelaskan, Musrenbang RKPD merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam menyusun rencana kerja pemerintah daerah. Pada tahun ini, pembahasan difokuskan secara khusus pada upaya percepatan penurunan stunting dengan pendekatan yang lebih efektif dan efisien.

Ia menegaskan, isu stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi harus menjadi bagian penting dalam seluruh kebijakan pembangunan daerah secara menyeluruh.

Sementara itu, Bupati Eka Putra menekankan bahwa Musrenbang merupakan bentuk perencanaan partisipatif yang menggabungkan pendekatan dari atas ke bawah dan sebaliknya. 

Ia menyebutkan, penyusunan rencana pembangunan dilakukan secara bersama dengan melibatkan tiga pilar utama, yakni pemerintah (eksekutif dan legislatif), masyarakat, serta dunia usaha.

Menurutnya, forum ini harus berjalan secara terbuka, dialogis, serta mampu menampung aspirasi seluruh pihak.

Lebih lanjut, Eka Putra menyoroti pentingnya penanganan stunting sebagai prioritas utama daerah. Ia menilai, persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia, produktivitas, dan masa depan daerah.

Untuk itu, ia mendorong agar penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, melibatkan berbagai sektor seperti kesehatan, pendidikan, sanitasi, hingga perlindungan sosial. Ia juga meminta agar setiap perangkat daerah memiliki peran yang jelas dan terukur dalam upaya penurunan angka stunting.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga kembali menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terkait perbaikan infrastruktur jalan provinsi di wilayah Tanah Datar. 

Ia mengungkapkan bahwa dari delapan akses masuk ke daerah tersebut, sebagian besar dalam kondisi rusak dan memerlukan perhatian segera.

Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, menyatakan pihaknya akan terus mengacu pada RPJMD serta mendukung program pemerintah daerah, meskipun di tengah keterbatasan anggaran. Ia menegaskan komitmen DPRD untuk tetap mendukung kebijakan yang sesuai dengan regulasi.

Sementara itu, perwakilan Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Kepala Dinas PTMPTSP, Luhur Bidianda, menyampaikan pesan agar setiap daerah menyusun perencanaan yang matang dengan mengedepankan sinergi lintas sektor, inovasi, dan terobosan baru.

Menurutnya, integrasi potensi dan keunggulan masing-masing daerah akan menjadi kunci dalam mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Barat.(Farid)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update