Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Malaysia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi RON 95 akan tetap stabil selama dua bulan ke depan, meskipun ketegangan di Timur Tengah mengguncang pasar energi global.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan harga RON 95 bersubsidi akan dipertahankan di angka 1,99 ringgit per liter, atau sekitar Rp8.500.
Namun, Anwar mengingatkan bahwa jika penutupan Selat Hormuz berlangsung lama, hal ini bisa memicu krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menekankan bahwa sektor publik maupun swasta harus mewaspadai konflik yang tengah berlangsung di Iran.
“Kami berupaya meminimalkan dampak konflik Iran, termasuk terhadap harga RON 95, yang tetap 1,99 ringgit per liter,” ujarnya, dikutip dari The Star, Minggu (8/3/2026).
Ia menambahkan, pemerintah terus memantau situasi karena sejauh ini negara masih mampu bertahan selama satu hingga dua bulan. Anwar juga mengimbau pegawai negeri, pekerja swasta, dan pelaku usaha agar tetap waspada.
“Situasi ini tidak bisa dianggap remeh,” tegasnya.
Meskipun dampak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran masih terkendali, sekitar 200 kapal saat ini terjebak di Selat Hormuz. Kondisi ini diperkirakan akan memengaruhi perdagangan dan aktivitas ekonomi.
Penutupan Selat Hormuz meningkatkan biaya transportasi karena kapal-kapal harus menempuh jalur yang lebih panjang. Hal ini juga berpotensi menaikkan harga barang impor, terutama bagi usaha kecil dan menengah, serta memengaruhi harga pangan.
“Sejujurnya, kita harus transparan kepada masyarakat. Situasi ini harus terus dipantau dan jangan sampai kita lengah. Kewaspadaan harus dilakukan mulai sekarang,” pungkas Anwar.(da*)


