Padang, Rakyatterkini.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka program Pelatihan Vokasi Nasional 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan kesiapan kerja masyarakat, sekaligus mendorong peluang wirausaha agar lulusan mampu menjawab kebutuhan industri modern.
Pelatihan ini diberikan secara gratis sebagai bagian dari investasi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045. Warga Kota Padang termasuk yang menjadi sasaran program ini.
“Iya, Kemnaker telah membuka Pelatihan Vokasi Nasional tahun ini,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Padang, Ferri Erviyan Rinaldy, dikutip dari Kominfo, Minggu (1/3/2026).
Program mengusung konsep link and match, sehingga materi pelatihan selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Diharapkan, lulusan dapat langsung terserap di pasar kerja. “Kami mengajak seluruh warga Kota Padang, terutama generasi muda, untuk memanfaatkan kesempatan ini,” tambah Ferri.
Pada Batch 1, pemerintah menyediakan kuota 20.000 peserta. Secara keseluruhan, program ditargetkan menjangkau lebih dari 70.000 peserta melalui tiga gelombang pelatihan sepanjang 2026. Pelatihan akan digelar serentak di 21 Unit Pelaksana Teknis Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) serta 13 Satuan Pelayanan (Satpel) Kemnaker di berbagai daerah.
Program terbuka bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang telah memiliki akun di platform SIAPkerja. Prioritas Batch 1 diberikan kepada lulusan SMA/SMK/MA sederajat tahun 2023–2025, sebagai upaya mempercepat transisi mereka ke dunia kerja.
Bidang pelatihan mencakup sektor-sektor yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini dan masa depan, antara lain teknologi informasi dan komunikasi, kewirausahaan, manufaktur, otomotif, pariwisata, dan konstruksi. Keterampilan yang diajarkan mencakup Internet of Things (IoT), instalasi panel surya, pengelasan, pengoperasian mesin CNC, otomasi industri, kendaraan listrik, keamanan siber, digital marketing, smart farming, hingga pengolahan pangan industri.
Pendekatan ini diharapkan meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus mendukung transformasi ekonomi berbasis teknologi dan industri hijau.
Peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk pelatihan dan makan siang gratis, bantuan transportasi, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan, sertifikat pelatihan dari BPVP, dan Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Fasilitas asrama juga tersedia sesuai kriteria dan kapasitas.
Pendaftaran Batch 1 dibuka melalui laman skillhub.kemnaker.go.id mulai 23 Februari hingga 6 Maret 2026. Seleksi peserta dilakukan pada 9–15 Maret 2026, pengumuman hasil seleksi pada 16 Maret, dan pelatihan dijadwalkan dimulai 1 April 2026.(da*)


