Notification

×

Iklan

Kementerian PU Bangun 56 Sabo Dam di Gunung Marapi

Senin, 09 Maret 2026 | 07:45 WIB Last Updated 2026-03-09T00:45:00Z

Bangunan sabo dam yang telah dibangun di Gunung Merapi Yogyakarta. 

Batusangkar, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merencanakan pembangunan 56 unit sabo dam di 24 sungai di kawasan Gunung Marapi sebagai upaya jangka panjang untuk menanggulangi banjir lahar dingin. Pembangunan ini akan dilakukan secara bertahap.

Rencana tersebut disampaikan Menteri PU, Dody Hanggodo, saat meresmikan groundbreaking pembangunan delapan sabo dam awal sebagai bagian dari infrastruktur pengendali lahar dan sedimen Gunung Marapi di Nagari Sungai Jambu, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, awal pekan lalu.

Menteri Dody menjelaskan, pada tahap I (TA 2025–2027), akan dibangun delapan sabo dam dan satu series river training works. Tahap ini mencakup lima unit di Kabupaten Tanah Datar dan tiga unit di Kabupaten Agam, serta pekerjaan river training works di Sungai/Batang Pagu-Pagu, Kabupaten Tanah Datar.

Delapan sabo dam tahap awal memiliki kapasitas tampungan sedimen total sekitar 440.000 m³, dengan target penyelesaian pada akhir 2027. Pemerintah daerah mendukung percepatan proyek ini melalui penyediaan lahan.

“Salah satu sabo dam di Sungai Batang Malana dirancang tipe oprit, dengan lebar 48,4 meter, tinggi 8 meter, dan kapasitas tampung sedimen 12.950 m³,” ujar Menteri Dody, dikutip Minggu (8/3/2026).

Ia menegaskan bahwa pembangunan sabo dam dan infrastruktur pendukung merupakan bagian dari program rehabilitasi pascaerupsi dan banjir lahar Gunung Marapi pada 2024. Program ini sekaligus memperkuat sistem mitigasi dan penanganan lahar pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

Menteri Dody menekankan bahwa pembangunan sabo dam adalah wujud tanggung jawab negara untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana. Seluruh pekerjaan mengacu pada master plan pengendalian sedimen Gunung Marapi yang telah disusun secara menyeluruh.

“Bencana tidak bisa lagi dipandang sebagai urusan sektoral. Ini merupakan strategi ketahanan nasional yang langsung berdampak pada kehidupan rakyat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ketahanan energi, pangan, dan air menjadi fondasi utama pembangunan bangsa,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan.

“Masyarakat setempat tidak hanya menjadi penonton. Mereka akan dilibatkan secara aktif, dengan prioritas penggunaan material dan tenaga kerja lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung,” ujar Menteri Dody.

Pembangunan sabo dam ini diharapkan mampu melindungi sekitar 9,56 hektare lahan pertanian, permukiman dengan total penduduk sekitar 37.200 jiwa, serta jalan nasional sepanjang 2,1 km agar tetap berfungsi dan tidak terputus akibat aliran lahar.

Selain itu, Kementerian PU menyiapkan program lanjutan periode 2026–2029, yang mencakup pembangunan 10 unit sabo dam dan 22 unit check dam di Kabupaten Tanah Datar, Agam, Padang Pariaman, dan Kota Padang.

Seluruh proyek dilaksanakan dengan prinsip build back better, yakni membangun kembali dengan kualitas lebih baik, lebih aman, lebih tangguh, dan berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update