Notification

×

Iklan

Hizbullah Lebanon Serang Israel, Bergabung Perang Iran vs AS

Senin, 02 Maret 2026 | 19:19 WIB Last Updated 2026-03-02T12:19:00Z

Kelompok Hizbullah Lebanon gabung perang Iran melawan AS dan Israel.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah kelompok milisi Hizbullah Lebanon secara resmi menyatakan bergabung dalam konflik Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Pada Minggu malam, Hizbullah meluncurkan serangkaian rudal dan drone ke wilayah Israel sebagai bentuk pembalasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai respons, militer Israel melakukan serangan terhadap sejumlah markas Hizbullah di Lebanon, termasuk daerah pinggiran selatan Beirut.

Hizbullah menegaskan dalam pernyataannya, yang dikutip Reuters pada Senin (2/3/2026), bahwa serangan ini adalah “pembalasan atas darah suci Ali Khamenei, untuk membela Lebanon dan rakyatnya, serta menanggapi agresi Israel yang berulang.”

Serangan rudal dan drone dari Lebanon memicu sirene peringatan di beberapa wilayah utara Israel. Ini merupakan serangan pertama yang datang dari Lebanon sejak dimulainya operasi militer AS dan Israel terhadap Iran.

Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengecam tindakan tersebut sebagai “tidak bertanggung jawab” dan “mencurigakan”, yang berpotensi membahayakan keamanan nasional Lebanon.

Pada 2024, Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS, mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari setahun dan melemahkan Hizbullah, yang didukung oleh Iran. Sejak saat itu, kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Hizbullah, sekutu utama Teheran di Timur Tengah, sempat menyatakan solidaritas dengan Iran pada Sabtu lalu, namun tidak menjelaskan secara rinci keterlibatan mereka dalam perang kali ini hingga aksi terbaru mereka terjadi.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer Amerika bersama Israel terhadap Iran akan terus berlangsung sampai seluruh tujuan Washington tercapai.

Dalam video yang diunggah di platform Truth Social, Trump mengonfirmasi bahwa tiga tentara AS tewas akibat serangan rudal Iran dan memperingatkan kemungkinan korban tambahan. Ia berjanji akan membalas kematian personel militer Amerika.

“Operasi tempur sedang berlangsung dengan kekuatan penuh dan akan terus berlanjut sampai semua tujuan kita tercapai. Tujuan kami sangat jelas,” ujar Trump.

Dalam wawancara terpisah dengan NBC News, Trump menambahkan, “Kami memperkirakan akan ada korban jiwa dalam situasi seperti ini. Saat ini kami telah kehilangan tiga orang, dan mungkin akan ada lagi. Namun, pada akhirnya, ini akan menjadi hal yang penting bagi dunia.”(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update
-->