Sijunjung, Rakyatterkini.com — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus mengintensifkan sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota melalui rapat koordinasi berkelanjutan. Kali ini, rakor digelar bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung di Balerung Lansek Manih, Kantor Bupati Sijunjung, Minggu (1/3/2026).
Salah satu fokus pembahasan ialah percepatan pengembangan Geopark Ranah Minang Silokek yang tengah diajukan sebagai kandidat UNESCO Global Geopark (UGGp). Pemkab Sijunjung meminta dukungan menyeluruh dari Pemprov Sumbar untuk memperkuat tahapan pengusulan tersebut.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung penuh pengembangan geopark itu. “Untuk Geopark Ranah Minang Silokek menuju UNESCO Global Geopark, Pemprov Sumbar siap mendukung sepenuhnya,” ujarnya.
Menurut Mahyeldi, dukungan akan diarahkan pada pembenahan tata kelola geosite, penguatan infrastruktur pendukung, serta pelestarian bentang alam karst yang diperkirakan berusia ratusan juta tahun. Pelindungan warisan budaya juga menjadi perhatian utama agar Silokek mampu bersaing di kancah global. “Targetnya, Geopark Silokek tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi diakui sebagai warisan dunia,” katanya.
Pemprov Sumbar, lanjutnya, siap mendampingi Pemkab Sijunjung melalui kolaborasi multipihak—melibatkan pemerintah daerah, lembaga riset, kementerian terkait, hingga mitra internasional—guna memperkokoh proses pengajuan ke UNESCO.
Selain keunggulan geologi dan pariwisata, Mahyeldi menilai Sijunjung memiliki kekuatan budaya yang khas. Keberadaan nagari adat dan Perkampungan Adat Nagari Sijunjung mencerminkan jati diri masyarakat yang tetap terpelihara di tengah modernisasi.
Dalam rakor tersebut, gubernur juga menekankan pentingnya penyelarasan program strategis percepatan pembangunan daerah di tengah tantangan perlambatan ekonomi. Ia menyinggung rencana pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Sijunjung agar dapat dimanfaatkan memperkuat infrastruktur, termasuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
“Harapannya, TKD segera dikembalikan sehingga pembangunan infrastruktur bisa dipacu dan manfaatnya dirasakan lebih merata,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumbar. “Dukungan ini menjadi penguatan bagi kami untuk membangun Sijunjung yang inovatif, berdaya saing, dan mandiri,” katanya.
Melalui rapat koordinasi tersebut, diharapkan terbangun keselarasan kebijakan dan koordinasi yang kian solid antara pemerintah provinsi dan kabupaten, sehingga pembangunan di Sijunjung berjalan lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.(adpsb/nov/bud)


