Notification

×

Iklan

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG Karena Menu Tak Layak

Senin, 02 Maret 2026 | 02:45 WIB Last Updated 2026-03-01T19:45:00Z

Ilustrasi

Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 47 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) hingga hari ke-9 Ramadhan 1447 H. 

Langkah ini diambil menyusul temuan berulang terkait menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak memenuhi standar mutu dan layak konsumsi.

Data dari Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan per 28 Februari 2026 pukul 11.20 WIB menunjukkan, 47 kasus tersebut tersebar di tiga wilayah kerja. Wilayah I tercatat lima kasus, Wilayah II sebanyak 30 kasus, dan Wilayah III terdapat 12 kasus.

Temuan di lapangan mencakup roti berjamur, buah busuk dan berbelatung, lauk basi, telur mentah atau busuk, serta menu yang tidak sesuai standar kualitas.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa penghentian sementara ini merupakan bagian dari mekanisme pengendalian mutu yang ketat.

“Kami tidak mentolerir penyimpangan standar pangan dalam program ini. Setiap temuan langsung ditindak dengan penghentian operasional sementara untuk evaluasi menyeluruh,” ujarnya di Jakarta, Sabtu.

Keputusan tersebut diambil setelah tim pengawasan melakukan verifikasi lapangan dan memproses laporan berjenjang. Evaluasi mencakup tidak hanya produk makanan, tetapi juga manajemen dapur, rantai distribusi, serta prosedur kontrol kualitas.

“Program MBG berkaitan langsung dengan kesehatan anak-anak dan kredibilitas negara dalam menjamin asupan gizi. Pengawasan kami dilakukan dengan ketat dan transparan,” tambah Nanik.

Dalam beberapa kasus, makanan yang dinilai tidak layak sudah berhasil ditarik sebelum dikonsumsi siswa. Namun, BGN tetap menjatuhkan sanksi administratif sebagai upaya penegakan standar dan pembelajaran sistemik bagi seluruh penyelenggara.

SPPG yang disuspensi dapat kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh rekomendasi perbaikan dan lulus verifikasi ulang.

“Kami ingin memastikan kualitas benar-benar terjaga sebelum layanan dibuka kembali,” tegas Nanik.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update