Notification

×

Iklan

Agam Terima Rp28,3 Miliar untuk Pulihkan Lahan Pertanian Pascabencana

Senin, 02 Maret 2026 | 18:16 WIB Last Updated 2026-03-02T11:16:00Z

Lahan pertanian di Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam terdampak banjir bandang

Lubukbasung, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menerima alokasi dana sebesar Rp28,3 miliar dari Kementerian Pertanian. Dana ini diperuntukkan untuk percepatan pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan tahap pertama pada 2026 untuk menanggulangi dampak banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang terjadi di 16 kecamatan.

“Ini adalah alokasi dana tahap pertama pada 2026 untuk mempercepat pemulihan lahan dan infrastruktur pertanian yang terdampak,” ujar Benni Warlis, Minggu, di Lubukbasung.

Dia menambahkan, dana tersebut diperoleh berkat komunikasi dan koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan pusat.

“Alhamdulillah, upaya konsultasi dan koordinasi yang kita lakukan ke Kementerian Pertanian membuahkan hasil,” kata Benni.

Bupati menekankan bahwa sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam pemulihan pascabencana karena berpengaruh langsung terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin memastikan lahan sawah yang terdampak bisa segera kembali produktif,” tambahnya.

Dengan dukungan anggaran ini, pemerintah menargetkan pemulihan dan optimalisasi 1.604 hektare lahan pertanian yang rusak. Harapannya, ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian dapat kembali pulih.

Benni juga mengimbau kelompok tani agar memanfaatkan bantuan ini secara maksimal agar produktivitas pertanian di Kabupaten Agam terus meningkat.

Sebelumnya, bencana hidrometeorologi pada November 2025 menyebabkan 1.604 hektare lahan pertanian terdampak. Sejumlah sawah tertimbun material longsor, dan jaringan irigasi putus, sehingga para petani tidak bisa mengolah dan menanam padi.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update