Lubuk Basung, Rakyatterkini.com– Sebanyak 704 kepala keluarga di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bersedia direlokasi secara kolektif setelah terdampak bencana hidrometeorologi.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Agam, Rinaldi, menyampaikan, warga yang bersedia pindah tersebar di beberapa kecamatan, yaitu Tanjung Raya 291 KK, Matur 24 KK, Ampek Koto 2 KK, Palupuh 1 KK, Malalak 5 KK, dan Palembayan 381 KK.
“Mereka bersedia direlokasi karena rumahnya rusak akibat banjir bandang, tanah longsor, atau berada di zona rawan bencana,” kata Rinaldi, Minggu (8/3/2026) di Lubuk Basung.
Pemerintah telah menyiapkan lokasi relokasi kolektif. Di Kecamatan Tanjung Raya, terdapat lahan seluas 5–6 hektare di Dama Gadang dengan kapasitas 325 unit rumah, yang dapat menampung warga dari Tanjung Raya, Matur, Ampek Koto, dan Malalak.
Sementara untuk warga Kecamatan Palembayan, tersedia dua lokasi, yaitu di Padang Tarok, Nagari Salareh Aia Utara seluas 1 hektare untuk 75 unit rumah, dan di Balai Benih Ikan Gumarang, Nagari Koto Silungkang seluas 1,1 hektare untuk 60 unit. Dengan total 135 unit, lahan ini baru mampu menampung sebagian warga Palembayan, sehingga masih ada kekurangan 244 unit.
Rinaldi menambahkan, kekurangan lahan akan diatasi melalui pembelian atau pengadaan tambahan. Pemerintah berupaya tetap menyediakan lokasi relokasi di Kecamatan Palembayan sesuai permintaan warga.
“Warga Palembayan menginginkan relokasi tetap di kecamatan mereka, sehingga lahan yang disiapkan akan tetap berada di wilayah tersebut,” ujarnya.(da*)


