Padang, Rakyatterkini.com – Sebanyak 1.265 Pos Bantuan Hukum (Posbankum) telah resmi berdiri dan tersebar di berbagai wilayah di Sumatra Barat, mulai dari tingkat desa, nagari, hingga kelurahan.
Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, menyampaikan bahwa keberadaan Posbankum menjadi sarana penting bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk memperoleh akses keadilan secara merata. Layanan yang diberikan mencakup pendampingan hukum, konsultasi, serta proses mediasi.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan tenaga paralegal yang dilatih secara khusus untuk membantu penyelesaian masalah melalui mediasi. Para paralegal tersebut mendapatkan pembekalan langsung dari Mahkamah Agung agar memiliki kemampuan yang memadai dalam mendampingi masyarakat.
Menurut Supratman, keberadaan Posbankum diharapkan mampu menciptakan suasana yang lebih harmonis di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan keadilan restoratif. Pendekatan ini mengutamakan penyelesaian perkara secara damai di luar pengadilan melalui kesepakatan bersama.
Sejauh ini, Posbankum telah menangani berbagai persoalan di masyarakat, seperti sengketa tanah, pembagian harta warisan, hingga konflik dalam rumah tangga. Bahkan, konflik besar antara masyarakat dan perusahaan terkait lahan juga dapat difasilitasi penyelesaiannya melalui Posbankum.
Ia menambahkan, untuk kasus-kasus yang dinilai cukup kompleks dan sulit ditangani melalui jalur hukum formal, Posbankum dapat menjadi alternatif solusi yang efektif.
Pembentukan Posbankum ini juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keadilan bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Khusus di Sumatra Barat, pelaksanaan Posbankum turut melibatkan peran lembaga adat setempat. Sinergi antara hukum formal dan kearifan lokal ini diharapkan mampu memperkuat ketertiban serta menjaga keharmonisan sosial di tengah masyarakat.
“Fasilitasnya sudah ada. Dengan dukungan lembaga adat, sistem ini diyakini akan semakin optimal dalam menciptakan ketenangan dan kedamaian di lingkungan masyarakat,” tutupnya.(da*)


