Notification

×

Iklan

UNAND Siapkan Roadmap Menuju Peringkat Internasional 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 10:30 WIB Last Updated 2026-02-03T03:30:00Z

Universitas Andalas (UNAND) menggelar kegiatan coffee morning 

Padang, Rakyatterkini.com – Universitas Andalas (UNAND) menyiapkan roadmap ambisius untuk mencapai target internasional pada 2029. Perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa ini tengah memperkuat mesin akademiknya dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, hilirisasi riset, serta perluasan reputasi global.

Visi tersebut dipaparkan Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., saat acara coffee morning bersama puluhan jurnalis di The Gade Creative Lounge, Padang, Senin (2/2). Kegiatan ini dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk menegaskan peran media tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra pengawas dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi.

"Kami menargetkan peningkatan peringkat universitas di level internasional hingga 2029. Media bagi kami bukan sekadar corong informasi, tapi mitra strategis yang ikut mengawasi dan membangun optimisme publik," ujar Efa Yonnedi membuka diskusi.

Dalam forum yang dihadiri lebih dari 30 jurnalis dari berbagai platform, Efa menekankan pentingnya paradigma baru dalam hubungan antara kampus dan pers. Menurutnya, hubungan yang sehat harus didasari rasa saling menghormati profesi, bukan sekadar interaksi transaksional jangka pendek.

"Hubungan kami dengan media bersifat strategis, bukan transaksional. Kritik dan masukan dari rekan-rekan jurnalis menjadi ‘vitamin’ bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan," tegasnya.

Salah satu langkah UNAND dalam memperkuat reputasi global adalah pengelolaan Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Efa menjelaskan, program ini merupakan instrumen diplomasi pendidikan Indonesia untuk mahasiswa dari negara berkembang. Melalui beasiswa KNB, mahasiswa asing mendapatkan pembiayaan penuh, termasuk tiket pesawat, biaya kuliah, dan biaya hidup selama studi di Padang.

"Program ini bukan sekadar memberikan akses pendidikan, tapi juga membangun duta UNAND dan Indonesia di negara asal mahasiswa setelah mereka kembali. Ini cara kami memperluas jejaring dan menonjolkan kualitas akademik UNAND di dunia," jelas Efa.

Menanggapi paparan rektor, para jurnalis menyambut positif keterbukaan informasi yang digagas UNAND. Namun, mereka juga memberikan catatan kritis agar universitas lebih agresif mempublikasikan konten substantif, seperti hasil riset dan inovasi, bukan sekadar berita seremonial.

"Publik perlu pencerahan dari menara gading. Hasil riset dosen dan peneliti UNAND harus dibagikan dalam bahasa yang mudah dipahami agar berdampak pada literasi masyarakat," ujar salah satu jurnalis senior.

Menanggapi hal ini, Efa berkomitmen menjadikan pertemuan semacam ini sebagai agenda rutin untuk menyelaraskan persepsi antara universitas dan media.

"Sinergi ini akan terus kami perkuat. Bersama media, kami ingin membangun Sumatera Barat melalui penyebaran informasi yang edukatif, akurat, dan konstruktif," pungkas Rektor.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update