Jakarta, Rakyatterkini.com – Setidaknya 37 warga Palestina tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara yang dilakukan jet tempur Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza sejak Sabtu dini hari. Insiden ini menjadi pelanggaran gencatan senjata yang terus berulang, meski kesepakatan telah berlaku sejak Oktober lalu.
Badan Pertahanan Sipil Gaza menyatakan bahwa serangan udara yang berlangsung sejak subuh menewaskan 32 warga Palestina, termasuk anak-anak dan perempuan.
Di Gaza barat, sebuah serangan menghantam apartemen di lingkungan Rimal, menewaskan lima warga Palestina—tiga anak dan dua perempuan—serta melukai sejumlah orang lainnya, menurut laporan medis kepada Anadolu pada Minggu (1/2/2026).
Di Gaza selatan, tujuh warga Palestina tewas dalam serangan yang menargetkan tenda pengungsian di Asdaa, barat laut Khan Younis. Korban terdiri dari seorang pria, tiga anaknya, dan tiga cucunya yang masih kecil, kata paramedis di Rumah Sakit Nasser.
Selain itu, serangan juga menimpa apartemen di kawasan al-Tuffah, timur Gaza, menyebabkan beberapa orang terluka.
Serangan udara juga dilaporkan di Jalan al-Jalaa di barat laut Gaza dan dua lokasi di timur kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, meski tanpa korban jiwa.
Di Khan Younis, jet tempur Israel menyerang gedung administrasi kamp Ghaith yang menampung ratusan pengungsi dekat Al-Ribat College, setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi dan serangan drone sebelumnya. Pertahanan Sipil Palestina berhasil memadamkan kebakaran di tenda-tenda pengungsi, meski kerusakan material cukup luas.
Dalam serangan terpisah, pesawat tempur Israel menargetkan kantor polisi Sheikh Radwan di barat Kota Gaza, menewaskan 13 orang, termasuk empat polisi wanita, serta melukai sejumlah personel lainnya. Operasi pencarian masih berlangsung untuk beberapa warga yang diyakini terperangkap di bawah reruntuhan.
Serangan udara juga mengenai rumah di lingkungan al-Nasr di barat Kota Gaza, menewaskan tiga warga, sementara tembakan di timur Jabalia, Gaza utara, menewaskan seorang pria. Militer Israel mengklaim sasaran serangan adalah anggota Hamas dan Jihad Islam Palestina beserta infrastruktur kedua kelompok tersebut.
Sejak gencatan senjata berlaku pada Oktober, Israel telah menewaskan 524 warga Palestina dan melukai 1.360 lainnya, serta tercatat melakukan 1.450 pelanggaran terhadap perjanjian tersebut. Selain itu, 50 warga Palestina ditangkap di luar “garis kuning” dan di lingkungan perumahan.
Terkait bantuan kemanusiaan, Israel telah mengizinkan masuk 28.927 truk dari 66.600 truk yang diatur dalam perjanjian, atau sekitar 43% dari total yang dijanjikan. Gencatan senjata sebelumnya menghentikan perang selama dua tahun yang menewaskan hampir 71.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 171.400 orang. Perang tersebut menghancurkan sekitar 90% infrastruktur sipil di Gaza, dengan perkiraan biaya rekonstruksi mencapai USD 70 miliar menurut PBB.(da*)


