Jakarta, Rakyatterkini.com – Aksi pencurian buah kelapa sawit yang kerap disebut “ninja sawit” kembali meresahkan warga Kabupaten Pelalawan, Riau. Kali ini, peristiwa tersebut berujung kekerasan dan menyebabkan seorang petugas keamanan perusahaan menjadi korban penembakan.
Insiden terjadi pada Sabtu (31/1/2026) dini hari di area perkebunan PT Sari Lembah Subur (PT SLS), tepatnya di Desa Pesaguan, Kecamatan Pangkalan Lesung. Korban diketahui bernama Oktafianus Bekalani (35), sekuriti perusahaan yang saat itu tengah menjalankan tugas patroli.
Berdasarkan keterangan korban, sekitar pukul 03.00 WIB ia bersama delapan rekan lainnya mencurigai adanya aktivitas ilegal di Blok 15 dan 16 kebun sawit. Saat dilakukan pemantauan, para pelaku pencurian sempat melarikan diri dengan meninggalkan dua unit sepeda motor yang berisi keranjang dan muatan buah sawit.
Namun situasi berubah mencekam ketika sekitar pukul 06.00 WIB, Oktafianus dan tim kembali ke lokasi untuk mengamankan barang bukti. Mereka justru dihadang oleh kurang lebih 20 orang pelaku yang membawa senjata tajam. Dalam keributan yang terjadi, terdengar tiga kali letusan senjata api. Salah satu tembakan mengenai paha kanan Oktafianus dan menembus hingga paha kirinya.
Korban segera dilarikan ke klinik perusahaan untuk mendapat pertolongan pertama sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Syafira Pekanbaru. Proyektil peluru berhasil dikeluarkan pada Minggu (1/2/2026), dan kondisi korban dilaporkan terus membaik.
Humas PT SLS, Ginanjar Mauli, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut maraknya pencurian buah sawit tidak lepas dari tingginya harga sawit yang kini hampir menyentuh Rp4.000 per kilogram. Selain itu, meningkatnya kasus narkoba dan judi online di sekitar wilayah perkebunan juga dinilai turut memicu aksi kriminal.
“Benar, salah satu sekuriti PT SLS tertembak saat melakukan patroli dan upaya penangkapan pelaku pencurian sawit. Kejadian terjadi sekitar pukul 06.00 WIB,” ujar Ginanjar.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP I Gede Yoga menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan tiga orang terduga pelaku. Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk pengembangan kasus.(da*)


