![]() |
| Gubernur Banten, Andra Soni, didampingi istri, saat menerima rombongan PWI Sumatera Barat, yang dipimpin Widya Navies, Minggu (8/2/2026) di Pendopo Gubernur. |
Serang, Rakyatterkini.com - Gubernur Banten, Andra Soni bangga jadi urang Minang. Kemanapun melangkah, identitas sebagai urang Minang selalu ditonjolkan.
Kebanggaan jadi urang Minang itu disampaikan saat menyambut kunjungan rombongan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat di Pendopo Gubernur Banten, Minggu (8/2/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa, karena rombongan PWI Sumbar tercatat sebagai rombongan wartawan pertama yang diterima langsung oleh Andra Soni sejak menjabat sebagai Gubernur Banten.
Dalam suasana penuh keakraban, Andra Soni dengan bangga mengungkapkan jati dirinya sebagai Urang Minang. Ia menyebut ibunya berasal dari Andaleh, Luhak Nan Tigo, Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sementara ayahnya dari Payakumbuh, bersuku Chaniago.
“Saya asli urang Minang, suku saya Piliang, lahir di Andaleh, Limapuluh Kota. Identitas itu selalu saya jaga, ke mana pun melangkah,” ujar Andra Soni dengan senyum hangat.
Ia juga berbagi kisah masa kecilnya. Pada usia lima tahun, Andra Soni dibawa merantau ke Malaysia. Pengalaman hidup sejak kecil di perantauan itulah yang menurutnya membentuk karakter tangguh, mandiri, dan terbuka terhadap keberagaman.
Dalam kesempatan itu, Andra Soni turut memaparkan sejumlah program strategis Pemerintah Provinsi Banten, salah satunya Program 'Bang Andra' Bangun Jalan Desa Sejahtera.
Program ini difokuskan untuk membuka akses desa, memperkuat konektivitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.
Tak hanya pembangunan infrastruktur, Gubernur Andra Soni juga menaruh perhatian besar pada olahraga. Menurutnya, prestasi olahraga merupakan salah satu alat ukur kemajuan sebuah daerah.
Saat ini, Banten tengah mempersiapkan diri untuk tahapan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.
“Prestasi olahraga bukan hanya soal medali, tapi juga pembinaan karakter, disiplin, dan kebanggaan daerah,” ungkapnya.
Di bidang ketahanan pangan, Andra Soni menyebut Banten kini menjadi lumbung beras nasional peringkat ke-8. Dengan luas wilayah sekitar 9353 kilometer persegi, ketahanan pangan menjadi sektor yang sangat dijaga demi memastikan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menegaskan Banten saat ini berada pada kondisi fiskal yang mandiri, sehingga memiliki ruang yang lebih luas dalam merancang dan menjalankan program pembangunan tanpa ketergantungan berlebihan pada pemerintah pusat.
Pertemuan tersebut ditutup dengan pesan kebersamaan. Bagi Andra Soni, pers, budaya, dan pembangunan adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.
“Urang Minang mengajarkan kita untuk merantau, tapi tidak pernah melupakan akar. Semangat itulah yang saya bawa dalam membangun Banten," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Navies, didampingi sekretaris Firdaus Abie, memberikan aprisiasi pada Andra Soni yang telah menyambut hangat rombongan PWI Sumatera Barat.
Dalam rombongan itu diikuti para wakil ketua, Sawir Pribadi, H. Amiruddin, H. Khudri, Eriyanto Leo, Devi Diany, Romi Delfiano. Rusdi Bais, Zamri Yahya (DKP), wakil sekretaris, Lailatul Aidil, wakil bendahara Guspayendri, Syaiful Husen, Andri Besman, Boing, Eriandi Lelek (SIWO), Susi, Afrianita, dan Roza. (gp)


