Notification

×

Iklan

Rektor UIN Imam Bonjol Hadiri Forum Publikasi SPAN PTKIN 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 11:35 WIB Last Updated 2026-02-13T04:35:00Z

Foto bersama Rektor UIN IB Tekankan Transformasi Kehumasan

Padang, Rakyatterkini.com – Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, MPd, menghadiri Forum Konsolidasi Strategi Publikasi SPAN PTKIN 2026 yang digelar di Surabaya selama tiga hari, 11–13 Februari 2026.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Forum Rektor PTKIN, panitia nasional, serta pejabat humas dari berbagai PTKIN. Martin Kustati sendiri menjabat sebagai Bendahara Umum Forum Rektor PTKIN.

Dalam forum tersebut, Prof. Martin menekankan pentingnya transformasi kehumasan di lingkungan PTKIN. Ia menyebutkan bahwa tugas humas saat ini tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu “melejit besar” melalui inovasi dan kreativitas dalam pembuatan konten.

Sejalan dengan itu, Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag, menegaskan bahwa kehumasan harus bergerak adaptif dan progresif.

“Kita harus berpikir besar, bergerak cepat, dan menghasilkan konten yang berkualitas, edukatif, serta relevan dengan generasi muda,” ujarnya. Ia menambahkan, konten yang diproduksi harus memadukan storytelling, visual yang kuat, dan pendekatan yang sesuai dengan karakter Gen Z.

Prof. Masnun juga menekankan pentingnya pemanfaatan platform digital, mulai dari media sosial, video pendek, hingga publikasi kreatif yang dapat membangun keterlibatan dan kepercayaan publik.

Sementara itu, Ketua Panitia PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. H. Abd Aziz, M.Pd.I, menilai peningkatan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) serta antusiasme pendaftar SPAN PTKIN 2026 menjadi bukti efektifitas strategi komunikasi yang diterapkan.

“Tahun ini, pengisian PDSS mengalami lonjakan signifikan dengan tercatat 14.438 data pendaftar di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan strategi publikasi dan komunikasi kita semakin tepat sasaran,” jelasnya.

Prof. Aziz menambahkan, “Humas itu seperti burung; harus terus berkicau dan menyampaikan pesan. Jika berhenti, publik bisa kehilangan arah.” Transformasi kehumasan, menurutnya, menjadi kunci memperkuat citra PTKIN sebagai perguruan tinggi yang unggul, inklusif, dan kompetitif.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update