Notification

×

Iklan

Puluhan Tahun Tak Tersentuh Bantuan, Warga Ampiang Parak Bertahan di Rumah Nyaris Roboh

Selasa, 03 Februari 2026 | 19:35 WIB Last Updated 2026-02-03T12:35:36Z

Rumah milik orang tua Indra, warga Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, tak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. 

Painan, Rakyatterkini.com — Sudah puluhan tahun lamanya, rumah sederhana milik orang tua Indra, warga Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, tak pernah tersentuh perbaikan dari pemerintah. 

Hingga kini, keluarga tersebut masih bertahan di rumah yang kondisinya memprihatinkan dan nyaris roboh.

Padahal, beberapa tahun lalu rumah itu telah didata sebagai calon penerima bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Baznas Kabupaten Pesisir Selatan. Namun hingga hari ini, bantuan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

Rumah berukuran sekitar 7×6 meter persegi itu hanya berdinding puing tembok yang retak dan hampir ambruk. Lantainya masih berupa tanah, dengan satu kamar sempit yang menjadi satu-satunya ruang untuk beristirahat.

“Kalau hujan, hampir seluruh bagian rumah bocor. Kami jadi susah tidur,” tutur Indra dengan nada lirih. Ia mengaku selalu dihantui rasa cemas, khawatir rumah tersebut roboh sewaktu-waktu.

Sekitar lima tahun lalu, rumah itu sempat ditinjau oleh Penjabat Wali Nagari Ampiang Parak, Iwal, yang datang bersama Camat Sutera, Salman. Saat itu, Indra diminta untuk mengajukan proposal bantuan ke Baznas. Namun setelah proposal dimasukkan, tak ada kabar lanjutan.

“Sudah lama kami menunggu, tapi sampai sekarang melompong sagu saja, tidak ada realisasinya,” ujar Indra.

Rumah tersebut kini dihuni Indra yang kerap sakit-sakitan. Ia mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap, sementara kondisi ekonomi keluarga sama sekali tidak memungkinkan untuk memperbaiki rumah secara mandiri.

“Saya tidak punya biaya. Orang tua saya juga sudah tidak mampu. Jadi rumah ini dibiarkan apa adanya,” kata Indra kepada Rakyatterkini.com.

Ia mengungkapkan dirinya sudah berulang kali mengajukan permohonan bantuan, baik ke pihak nagari, Baznas, maupun dinas terkait di tingkat kabupaten. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Sering didata, katanya mau dibantu pemerintah. Tapi sampai sekarang masih begini saja,” ucapnya.

Indra berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun lembaga terkait, agar keluarganya dapat hidup lebih layak dan tidak terus dihantui ketakutan setiap kali hujan turun. (baron)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update