Jakarta, Rakyatterkini.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera, dengan sejumlah sektor menunjukkan kemajuan signifikan.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa progres penanganan pascabencana di Sumatera telah mencapai capaian yang menggembirakan di berbagai bidang.
Di sektor layanan dasar, penyediaan air baku dan air bersih kini telah mencapai 71 persen. Dari 176 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang terdampak, sebanyak 153 unit atau 87 persen sudah kembali beroperasi.
Sementara itu, di sektor konektivitas, seluruh jalan dan jembatan nasional telah pulih 100 persen. Jalan daerah menunjukkan progres 93 persen, sedangkan jembatan daerah mencapai 63 persen.
Pada sektor sumber daya air, 25 dari 31 daerah irigasi terdampak sedang ditangani dengan progres mencapai 81 persen. Seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang terdampak juga telah selesai ditangani.
Untuk hunian, pembangunan 1.301 unit rumah menunjukkan progres rata-rata 64 persen dan ditargetkan rampung pada Februari 2026.
Dalam rangka mitigasi risiko bencana di masa mendatang, Kementerian PU mempercepat pembangunan 108 struktur sabo works, yang terdiri dari 98 sabo dam dan 10 sand pocket. Infrastruktur ini berperan mengendalikan material dari hulu sungai sekaligus melindungi kawasan hilir secara berkelanjutan.
“Sekitar 100 sabo dam akan dibangun di Aceh dan Sumatera Utara. Kami ingin mencegah terulangnya bencana serupa, sehingga proyek ini dipercepat melalui skema design and build. Kami berharap dalam 2–3 bulan, seluruh 108 sabo dam di tiga provinsi dapat rampung,” kata Dody.
Kementerian PU menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan secara terintegrasi bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, untuk memastikan pemulihan infrastruktur berjalan cepat, adaptif, dan berkelanjutan.(da*)


