Notification

×

Iklan

Perbankan Sumbar Tumbuh Stabil di 2025

Selasa, 10 Februari 2026 | 14:13 WIB Last Updated 2026-02-10T07:13:00Z

Ilustrasi

Padang, Rakyatterkini.com — Industri perbankan di Sumatera Barat menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang 2025 meski menghadapi dinamika ekonomi. Hingga akhir Desember 2025, total aset perbankan di provinsi ini tercatat sebesar Rp85,37 triliun, mengalami pertumbuhan 1,64 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Roni Nazra, menilai pertumbuhan ini mencerminkan stabilitas sektor jasa keuangan di daerah sekaligus menjaga fungsi intermediasi perbankan.

“Secara keseluruhan, kinerja perbankan Sumbar tetap terjaga. Pertumbuhan aset, kredit, dan dana pihak ketiga menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan masih kuat,” ujar Roni Nazra, Senin (9/2/2026).

Dari sisi penyaluran dana, total kredit dan pembiayaan perbankan Sumbar mencapai Rp73,86 triliun atau naik 0,68 persen secara tahunan. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp58,98 triliun, tumbuh 5,09 persen.

Meski terdapat peningkatan rasio kredit bermasalah, kualitas kredit tetap aman. Rasio Non Performing Loan (NPL) tercatat 2,67 persen, meningkat dari 2,10 persen pada Desember 2024, namun masih dalam batas aman.

“Kami mendorong perbankan memperkuat manajemen risiko dan kualitas penyaluran kredit, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih dinamis,” kata Roni.

Penyaluran kredit ke sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp31,06 triliun, sekitar 42,06 persen dari total kredit. Namun, secara tahunan, kredit UMKM mengalami kontraksi 1,41 persen.

Sektor perbankan syariah justru mencatat pertumbuhan lebih tinggi. Total aset perbankan syariah di Sumbar mencapai Rp14,36 triliun, meningkat 10,58 persen. Penghimpunan DPK sebesar Rp11,20 triliun tumbuh 2,74 persen, sementara pembiayaan naik 14,27 persen menjadi Rp12,10 triliun.

“Perbankan syariah menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi aset maupun pembiayaan, menjadi potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Roni. Risiko pembiayaan perbankan syariah tetap terkendali, dengan rasio Non Performing Financing (NPF) 1,75 persen, sedikit naik dari 1,32 persen tahun sebelumnya.

Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, juga mencatat kinerja solid. Total aset BPR Sumbar mencapai Rp3,12 triliun, tumbuh 11,35 persen, dengan DPK Rp2,29 triliun (+9,44 persen) dan penyaluran kredit Rp2,25 triliun (+7,61 persen). Sekitar 71,39 persen dari kredit dan pembiayaan BPR disalurkan ke sektor UMKM, menegaskan peran strategisnya dalam mendukung ekonomi kerakyatan.

Ke depan, OJK Sumbar akan terus mendorong penguatan perbankan daerah agar stabilitas terjaga sekaligus kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat semakin meningkat secara berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update