Notification

×

Iklan

Pemkab Solok Kunjungi Kementerian PU Perkuat Pengelolaan Sampah

Jumat, 13 Februari 2026 | 01:34 WIB Last Updated 2026-02-12T20:12:00Z

Wabup Solok mengunjungi Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta. 

Jakarta, Rakyatterkini.com – Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan komitmennya dalam pengelolaan sanitasi dan persampahan secara modern, terpadu, dan berkelanjutan melalui kunjungan kerja ke Direktorat Sanitasi, Ditjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (11/2/2026).

Wakil Bupati Solok, Candra, mewakili Bupati Solok, memimpin rombongan yang terdiri dari sejumlah kepala perangkat daerah. Mereka diterima langsung oleh Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya Kementerian PU, Prasetyo.

Dalam pertemuan tersebut, Wabup Candra menekankan bahwa pengelolaan sampah menjadi prioritas pembangunan daerah, sejalan dengan kebijakan nasional dan visi Presiden RI untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat. 

Ia menilai budaya gotong royong masyarakat Nagari menjadi modal sosial yang kuat, namun karakter Solok sebagai daerah wisata dan sentra pertanian menuntut sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berbasis teknologi.

“Setiap sudut Kabupaten Solok adalah destinasi wisata. Kebersihan merupakan cerminan daerah. Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya sebatas pengumpulan, tetapi juga pengolahan, termasuk pemanfaatan limbah organik menjadi kompos,” ujar Candra.

Pemkab Solok merencanakan pembangunan kawasan pengolahan sampah terpadu di wilayah selatan, tepatnya di Nagari Sungai Nanam, Alahan Panjang. Lahan seluas sekitar 350 hektare, bekas PT Grenanindo, telah diganti rugi dan siap digunakan untuk fasilitas pengolahan.

Kepala Bapetlibang Kabupaten Solok, Nafri, menyebut luas wilayah Solok yang mencapai 373.800 hektare menjadi tantangan tersendiri dalam pelayanan persampahan. Oleh karena itu, Pemkab merancang sistem pengelolaan berbasis dua zona, yakni wilayah utara dan selatan, agar pelayanan lebih efektif dan biaya operasional lebih efisien.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Asnur, menambahkan, strategi pengelolaan sampah mengedepankan pengurangan dan penanganan limbah dengan dukungan teknologi untuk mencapai target nasional Zero Waste 2030. 

Fasilitas yang akan dibangun meliputi mesin pemilahan sampah, digester atau generator biogas, mesin pengemas kompos, rumah kompos, hingga mesin penghancur kaca. Konsep Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) ini berbeda dengan TPA konvensional karena sampah akan diproses hingga memiliki nilai guna.

Direktur Sanitasi Ditjen Cipta Karya, Prasetyo, menyatakan pihaknya siap memberikan dukungan, baik perencanaan maupun pembangunan, selama persyaratan teknis dan administratif terpenuhi.

“Kami siap mendukung daerah, namun perlu kesiapan dokumen, lahan, serta pengelolaan pasca pembangunan agar fasilitas berfungsi optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pertemuan ditutup dengan penyerahan dokumen pernyataan dukungan dan proposal resmi dari Pemkab Solok kepada Kementerian PU, sebagai bukti keseriusan dalam mewujudkan pengelolaan sanitasi dan persampahan terpadu.

Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan sistem sanitasi modern yang mendukung kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kualitas sektor pariwisata, pertanian, dan kehidupan masyarakat Kabupaten Solok.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update