Padang, Rakyatterkini.com – Direktur Utama PT Semen Padang, Pri Gustari Akbar, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan 10 unit Hunian Tetap (Huntap) di Kampung Talang, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh.
Proyek ini merupakan inisiatif KADIN Sumatera Barat bersama KADIN Indonesia, menggunakan teknologi Semen Padang Bata Interlock (SEPABLOCK) yang mendukung konstruksi cepat, aman, dan berkualitas pascabencana.
Kegiatan dihadiri Wali Kota Padang Fadly Amran, Ketua KADIN Sumbar Buchari Bachter, Wakil Ketua DPRD Sumbar Nanda Satria, Ketua IJTI Pengda Sumbar Defri Mulyadi, tokoh masyarakat, serta donatur Hunian Sementara dan Layak (Hunsela). Sejumlah manajemen PT Semen Padang juga mendampingi, termasuk Kepala Unit CSR dan SHE.
Pri Gustari Akbar menyampaikan apresiasi atas kepedulian KADIN dalam pemulihan pascabencana. Ia menekankan bahwa pembangunan Huntap bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga memulihkan harapan, rasa aman, dan masa depan masyarakat. Pri menambahkan, penggunaan SEPABLOCK memungkinkan pembangunan lebih cepat, presisi, dan tahan bencana.
Ketua KADIN Sumbar Buchari Bachter menuturkan, proyek ini mendorong kolaborasi antara KADIN, PT Semen Padang, Universitas Andalas, serta pengusaha lokal untuk menjaga perputaran ekonomi daerah terdampak. Teknologi SEPABLOCK ditargetkan menyelesaikan hunian dalam 30 hari, sekaligus menjadi proyek percontohan pertama di Sumatera.
Wali Kota Padang Fadly Amran menekankan pentingnya percepatan penyediaan hunian layak bagi warga terdampak. Ia menyebut, Pemko Padang menyiapkan pembangunan sekitar 500 unit Huntap di tiga lokasi, yaitu Balai Gadang, Simpang Haru, dan Lambung Bukit, dengan dukungan pemerintah pusat.(da*)


