Padang, Rakyatterkini.com – Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat bekerja sama dengan Perum Bulog Wilayah Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 104 kelurahan se-Kota Padang pada 27–28 Februari 2026.
Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan GPM merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang sebelumnya digelar di Kantor Perwakilan BI Sumbar. Camat dan lurah se-Kota Padang turut dilibatkan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan merata hingga tingkat kelurahan.
Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menjelaskan bahwa program ini menjadi langkah nyata dalam mengendalikan inflasi pangan, terutama untuk komoditas yang biasanya mengalami lonjakan harga seperti beras, minyak goreng, gula, dan cabai.
“Permintaan masyarakat cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan. Sinergi antarinstansi melalui GPM bertujuan menjaga daya beli masyarakat tetap stabil,” ujar Ikram. Selain menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga disertai edukasi penggunaan sistem pembayaran digital, guna meningkatkan efisiensi transaksi.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menekankan bahwa pelaksanaan GPM hingga tingkat kelurahan memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok tanpa harus menempuh jarak jauh. Pemerintah kota akan mendukung distribusi dan pengawasan agar kegiatan berjalan tertib.
Sementara itu, Kepala Bulog Sumatera Barat, R. Darma Wijaya, memastikan ketersediaan stok beras dan komoditas lainnya dalam kondisi aman. Bulog telah menyiapkan pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri.
“Stok beras kami aman. Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih stabil dan terjangkau,” kata Darma Wijaya pada Senin (23/2/2026).
Ia menambahkan bahwa distribusi dilakukan secara terencana agar tidak terjadi penumpukan di satu titik, sekaligus memastikan seluruh kelurahan mendapat alokasi sesuai kebutuhan.
Dengan digelarnya GPM serentak di 104 kelurahan, pemerintah bersama otoritas terkait berharap tekanan inflasi pangan di Kota Padang dapat terkendali, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang periode konsumsi tinggi.(da*)


