![]() |
| Musrenbang tingkat kecamatan di Solok Selatan. |
Padang Aro, Rakyatterkini.com – Pembangunan infrastruktur jalan dan sarana pendidikan menjadi perhatian utama masyarakat Kecamatan Sangir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Berbagai usulan strategis tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan warga di ibu kota Kabupaten Solok Selatan.
Dalam pra-Musrenbang yang digelar awal pekan ini, masyarakat mengajukan sejumlah proyek pembangunan jalan, di antaranya jalan lingkar Jorong Rimbo Tangah–Durian Tarung, jalan lingkar Pulau Mutiara, jalan menuju SMA Negeri 10 Solok Selatan di Jorong Durian Tanjak, serta jalan lingkar TPU 2–SD Negeri Wonoreho di Sungai Lambai.
Tak hanya infrastruktur jalan, aspirasi masyarakat juga menyentuh sektor ekonomi dan kepemudaan. Pembinaan UMKM, bantuan sarana dan prasarana usaha kecil, serta perbaikan lapangan sepak bola pemuda Sungai Bangku turut diusulkan untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Sementara di bidang pemerintahan dan pembangunan manusia, warga mengajukan pembangunan ruang kelas baru untuk SD Negeri 1 Lubuk Gadang, pembangunan pagar SD Negeri 18 Sungai Lambai, serta penyediaan prasarana pendukung bagi SD Negeri 29 Durian Tanjak.
Bupati Solok Selatan diwakili Staf Ahli Bupati, Novirman, menegaskan arah utama pembangunan daerah difokuskan pada penguatan pelayanan publik, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan ekonomi lokal.
“Tujuan utama pembangunan di berbagai sektor ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Solok Selatan,” ujar Novirman saat membuka Musrenbang Kecamatan Sangir di Kantor Camat, Jumat (6/2/2026).
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Solok Selatan melalui Anggota DPRD Dede Pasarela Dt. Camin mengajak masyarakat memanfaatkan Musrenbang sebagai forum strategis untuk menyampaikan aspirasi pembangunan yang benar-benar prioritas.
“Dengan telah disampaikannya RPJMD 2025–2029, maka setiap usulan hendaknya mengacu pada dokumen tersebut. Mengingat keterbatasan fiskal daerah, hanya program prioritas yang akan mendapat perhatian,” jelasnya.
Ia juga menegaskan DPRD akan terus mengawal dan mendorong agar aspirasi masyarakat yang disepakati dapat masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Solok Selatan tahun 2027.
Musrenbang Kecamatan Sangir ini turut dihadiri anggota DPRD Solok Selatan, jajaran kepala OPD terkait, Forkopimcam, instansi vertikal, serta unsur masyarakat setempat. (Alwis)


