![]() |
| Keluar dari Status Daerah Tertinggal, Zigo Rolanda Fokus Percepat Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Kualitas SDM di Mentawai |
Mentawai, Rakyatterkini.com – Kabupaten Kepulauan Mentawai telah resmi keluar dari daftar daerah tertinggal sejak 2024. Meski begitu, wilayah ini masih dikategorikan sebagai daerah terluar di Sumatera Barat, sehingga pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi tantangan utama.
Tahun 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah program strategis. Di antaranya, preservasi jalan Tua Pejat-Rokot-Sioban-Katiet dengan anggaran Rp 29,3 miliar, pengembangan Pelabuhan Siberut senilai Rp 55 miliar, serta pengamanan Pantai Sikabaluan sebesar Rp 11,2 miliar.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, saat melakukan kunjungan kerja ke Mentawai pada Minggu (15/2/2026).
“Kami juga mendorong percepatan penyelesaian dokumen serta dukungan akses listrik untuk SPAM dan TPST di Mentawai, agar kebutuhan air bersih dan pengelolaan sampah dapat terpenuhi melalui proses penganggaran,” jelas Zigo.
Selain itu, pembangunan sekolah menjadi fokus jangka panjang untuk memajukan pendidikan anak-anak di Mentawai. Saat ini, Satker Prasarana Strategis tengah melaksanakan rehabilitasi dan renovasi MTsN 2 Mentawai serta MAS Mardatillah. Pembangunan Sekolah Rakyat juga akan didorong agar dapat segera masuk dalam DIPA APBN 2026.
Zigo juga meminta pemerintah daerah menyiapkan lahan untuk pembangunan kantor PPK BPJN. Langkah ini memungkinkan penempatan alat berat di Mentawai, sehingga penanganan longsor dapat dilakukan lebih cepat saat terjadi bencana.
Menurutnya, Mentawai memiliki potensi besar. Dengan kerja sama dan komitmen bersama, daerah ini diyakini bisa bergerak lebih cepat, lebih kuat, dan lebih maju.
“Kami juga menampung masukan dari Bupati terkait penurunan status kawasan desa yang berada dalam hutan, agar pelayanan dasar di desa-desa dapat berjalan lebih optimal,” pungkas Zigo Rolanda.(da*)


