Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyerahkan santunan kepada 11 ahli waris korban meninggal akibat banjir di Sumatra. Penyerahan ini dilakukan di sela kegiatan Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (31/1/2026).
Gus Ipul menyampaikan, setiap ahli waris korban meninggal menerima santunan sebesar Rp15 juta. Sementara korban yang mengalami luka berat mendapatkan bantuan Rp5 juta.
“Santunan ini merupakan bagian dari program pemerintah yang disalurkan secara bertahap, mulai dari tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Gus Ipul, Minggu (1/2/2026).
Sebelumnya, Kementerian Sosial juga telah menyalurkan santunan kepada lebih dari 200 ahli waris korban bencana di Aceh Utara, setelah penetapan ahli waris oleh kepala daerah setempat.
Memasuki tahap pascakedaruratan, Kemensos menyiapkan bantuan lanjutan, termasuk bantuan isian rumah bagi keluarga terdampak dengan kategori rusak berat maupun sedang. “Bantuan isian rumah diberikan sebesar Rp3 juta per keluarga,” jelas Gus Ipul.
Selain itu, Kemensos menyalurkan bantuan pemberdayaan sosial untuk pemulihan ekonomi senilai Rp5 juta per keluarga, serta jaminan hidup (jadup) Rp450.000 per orang per bulan selama tiga bulan, disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga.
Gus Ipul menegaskan, seluruh bantuan disalurkan melalui mekanisme pendataan berlapis agar tepat sasaran. Data awal berasal dari BNPB, ditetapkan oleh kepala daerah, diverifikasi oleh unsur forkopimda, direkomendasikan pemerintah provinsi melalui dinas sosial, dan kemudian diverifikasi ulang oleh Kementerian Dalam Negeri serta Dukcapil. “Setelah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri, Kemensos menyalurkan bantuan langsung kepada nama-nama yang sudah diusulkan, by name, by address,” jelasnya.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua saluran, yaitu Bank Himpunan Bank Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia.
Gus Ipul menambahkan, penanganan bencana merupakan kerja sama lintas sektor. Selain Kemensos, dukungan juga berasal dari BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, TNI, Polri, BUMN, dan unsur lainnya, yang semuanya berkoordinasi di bawah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.(da*)


