Notification

×

Iklan

Mendiktisaintek Dorong Perguruan Tinggi Inovasi Teknologi Sampah

Senin, 09 Februari 2026 | 22:44 WIB Last Updated 2026-02-09T15:44:00Z

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

Jakarta, Rakyatterkini.com – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk aktif mengembangkan inovasi dalam menangani permasalahan sampah nasional.

Ajakan ini disampaikan saat Brian meninjau fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi yang dikembangkan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Sabtu (7/2).

Dalam kunjungannya, Mendiktisaintek berdialog langsung dengan tim teknis kampus mengenai aspek teknologi, operasional, pendanaan, hingga kepatuhan terhadap standar lingkungan.

“Fokus kita adalah memastikan teknologi yang dikembangkan memenuhi standar lingkungan dan bisa diuji secara terbuka,” ujar Brian dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Ia menekankan, sistem pengolahan sampah masih perlu disempurnakan agar teknologi berbasis termal dan plasma dapat diterapkan dengan aman, efisien, dan bisa direplikasi di berbagai daerah. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat penelitian, pengembangan, dan pengujian teknologi, termasuk dalam pengelolaan emisi, efisiensi energi, dan keselamatan lingkungan.

Brian juga mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah agar teknologi pengolahan sampah yang dikembangkan kampus dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Pendekatan ini dinilai efektif karena dapat mengurangi beban logistik pengangkutan sampah, menekan biaya jangka panjang, dan membuka peluang inovasi teknologi dalam negeri.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unisba Harits Nu’man menyampaikan bahwa teknologi yang dikembangkan kampusnya mengutamakan keselamatan lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan plasma untuk memecah gas berbahaya hasil proses termal.

“Plasma ini bukan untuk membakar sampah, melainkan memecah gas berbahaya agar emisinya aman. Sistem ini sudah melalui beberapa tahap pengujian,” jelas Harits.

Sementara itu, Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menyatakan, teknologi pengelolaan sampah yang dikembangkan ITB ditargetkan dapat beroperasi penuh setelah melewati tahap uji coba dan sertifikasi.

“Kami juga berencana menyederhanakan pemilahan sampah di ITB menjadi sampah makanan atau organik, sampah daur ulang, dan sampah residu,” ujar Tatacipta.

Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah, pusat maupun daerah, untuk konsisten menanggulangi permasalahan sampah. Langkah nyata dilakukan melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Rapi, dan Indah (ASRI), sebagai upaya memperkuat pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update