Notification

×

Iklan

Lubang Amblas Kembali Terjadi di Kulonprogo, Ancaman Dekat Rumah Lansia

Sabtu, 28 Februari 2026 | 00:17 WIB Last Updated 2026-02-27T17:17:00Z

Fenomena sinkhole terjadi di Padukuhan Popohan

Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah lubang tanah amblas atau sinkhole kembali muncul di Padukuhan Popohan, Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, 

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Lubang ini memiliki diameter sekitar tiga meter dan kedalaman lima meter, muncul tepat di samping rumah seorang lansia, sehingga mengancam keselamatan penghuninya.

Peristiwa terjadi pada Rabu (25/2/2026) pagi, setelah tiga hari wilayah tersebut diguyur hujan deras. Menariknya, titik tanah yang amblas kali ini sama dengan lokasi kejadian serupa pada 2023.

Pemilik rumah, Karyo Dimejo (73), menceritakan momen menegangkan saat tanah di samping rumahnya tiba-tiba runtuh. Saat berada di dalam rumah, ia dikejutkan oleh suara benturan keras dari arah pekarangan.

“Kejadiannya kemarin pagi. Suaranya ‘mak glung’ sangat keras. Saat saya cek, ternyata tanaman kelapa dan singkong ikut ambles ke dalam lubang,” kata Karyo Dimejo, Jumat (27/2/2026).

Menurut Karyo, sore hari sebelum kejadian, kondisi tanah masih terlihat rata dan stabil. Kini, lubang tersebut terbuka hanya sekitar dua meter dari dinding rumahnya.

Meski berada di lokasi yang berbahaya, Karyo memilih tetap tinggal di rumahnya. Ia menolak pindah meski beberapa kali dibujuk oleh anak-anaknya agar mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Saya tetap di sini, tidak khawatir. Rasanya nyaman tinggal di rumah sendiri,” ujarnya.

Kepala Dukuh Popohan, Restu Bayu Permadi, menyebut bahwa fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Pada 2023, lokasi yang sama pernah amblas dengan ukuran lebih besar, mencapai diameter lima meter dan kedalaman puluhan meter.

Restu Bayu menambahkan, pihak BPBD Kulonprogo dan pemerintah desa sebelumnya telah menimbun lubang menggunakan alat berat, namun upaya itu tidak efektif sehingga tanah kembali ambles.

“Berdasarkan penelitian UNDIP Semarang dan UGM Yogyakarta pada 2023, di bawah lokasi ini terdapat lorong panjang di dalam tanah dengan kedalaman lebih dari 50 meter,” jelas Restu Bayu.

Untuk mencegah lubang meluas akibat air hujan, warga yang tergabung dalam Kampung Siaga Bencana (KSB) langsung melakukan tindakan darurat. Lubang ditutup dengan terpal besar, dan warga membuat parit kecil di sekitarnya agar air hujan tidak merembes masuk, sehingga mengurangi risiko amblas susulan yang lebih besar.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update