Padang, Rakyatterkini.com – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat Kelurahan Sungai Pisang, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, kembali menggelar tradisi penuh makna, Limau Barongge.
Ritual adat ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol penyucian diri sekaligus penguat ikatan sosial masyarakat pesisir.
Puncak acara berlangsung di Gedung Badan Musyawarah Ninik Mamak (BMNM) Sungai Pisang pada Selasa (17/2/2026). Ratusan warga hadir, membaur bersama tokoh adat dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dalam suasana yang khidmat namun tetap meriah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, yang ikut hadir, menegaskan bahwa Limau Barongge kini telah melampaui status tradisi lokal dan diakui sebagai kekayaan budaya nasional. Tradisi ini resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan.
"Tradisi ini adalah identitas kita yang telah diakui negara. Ke depan, saya berkomitmen untuk menyelenggarakan perhelatan ini lebih meriah, sekaligus menjadi momen penguatan iman dan takwa bagi generasi muda," ujar Fadly.
Selain menekankan nilai budaya, Fadly juga menyoroti pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan Padang–Pesisir Selatan. Ia menginstruksikan percepatan pengaspalan jalan di Sungai Pisang melalui Dinas Pekerjaan Umum.
Tak hanya itu, Fadly memperkenalkan inovasi digital melalui program "Smart Surau", yang memanfaatkan teknologi pengenalan wajah (face recognition) untuk memantau kehadiran anak-anak mengaji. Program ini bertujuan meningkatkan pendidikan karakter generasi muda dengan cara modern dan terukur.
Ketua Panitia Pelaksana, Hendra Rajo Endah, menjelaskan filosofi di balik Limau Barongge. Beberapa simbol penting termasuk Ungge, melambangkan pemimpin yang mengayomi; Batang Pisang, simbol keadilan; dan Rumbio, lambang semangat tolong-menolong. Hendra berharap pemerintah daerah membangun monumen atau tanda fisik Limau Barongge untuk memperkuat identitas budaya Sungai Pisang.
Senada, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Datuk Erman B Rajo Ibrahim, menekankan posisi strategis Sungai Pisang sebagai gerbang Kota Padang. Ia berharap pembangunan tanggul pemecah ombak dan pengaspalan jalan dapat meningkatkan aksesibilitas sekaligus keamanan warga dari abrasi.
Sebagai dukungan nyata terhadap pelestarian adat, Wali Kota Fadly menyerahkan bantuan dana operasional senilai Rp5 juta kepada panitia pelaksana. Momen ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah, ninik mamak, dan masyarakat dalam menjaga tradisi sekaligus membangun nagari.(da*)


