Jakarta, Rakyatterkini.com – Sebuah ledakan terjadi di sebuah toko kembang api di Kabupaten Donghai, Provinsi Jiangsu, China, pada Minggu (15/2/2026) waktu setempat, menjelang perayaan Tahun Baru China (Imlek). Insiden ini menewaskan delapan orang dan melukai dua lainnya.
Pejabat pemerintah setempat, dikutip dari AP pada Senin (16/2/2026), menyatakan ledakan terjadi akibat warga menyalakan kembang api terlalu dekat dengan toko tersebut.
Kementerian Manajemen Darurat China menegaskan perlunya pengawasan ketat terhadap produksi, transportasi, penjualan, dan penggunaan kembang api untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan. Dalam pernyataan resmi, kementerian itu juga melarang percobaan kembang api dan petasan di sekitar toko, serta mengimbau pemerintah daerah memastikan keamanan menjelang perayaan Imlek.
Tradisi menyalakan kembang api saat malam Tahun Baru Imlek memang menjadi bagian penting perayaan di China, meski beberapa daerah sebelumnya telah melarangnya karena alasan polusi udara. Setelah beberapa pelonggaran larangan tahun lalu, festival kembang api kemungkinan akan kembali digelar di beberapa wilayah.
Tahun Baru Imlek 2026, yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, akan jatuh pada Selasa (17/2/2026) dan menandai dimulainya tahun Kuda menurut zodiak China.(da*)


