Pessel, Rakyatterkini.com– Jembatan gantung penghubung Tanjung Medan, Muaro Sakai, Kecamatan Pancung Soal, dengan Teluk Kualo Inderapura, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan, kembali mengalami kerusakan.
Kerusakan ini menimbulkan keprihatinan, mengingat jembatan tersebut baru selesai direhabilitasi beberapa bulan lalu.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pesisir Selatan, Fahresi Eka Siska, menyatakan penyebab utama kerusakan prematur adalah pelanggaran batas beban kendaraan atau over tonase.
“Jembatan ini hanya mampu menahan beban hingga 1,5 ton. Namun setiap hari dilalui kendaraan bermuatan berat, seperti mobil pengangkut sawit dan material bangunan,” ujar Fahresi, Sabtu (31/1/2026).
Fahresi menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi sebelumnya menelan biaya Rp530 juta. Meski demikian, anggaran tersebut belum memungkinkan perbaikan permanen secara menyeluruh. Karena keterbatasan dana, sebagian plat lama masih digunakan untuk menutupi seluruh panjang jembatan.
“Jika seluruh komponen diganti dengan anggaran yang ada, pekerjaan tidak akan selesai sesuai panjang jembatan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Fahresi menambahkan, idealnya akses penghubung kedua kecamatan ini dibangun dengan jembatan permanen, mengingat tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi antarwilayah. Namun, hingga saat ini pemerintah daerah baru mampu melakukan pemeliharaan darurat menggunakan besi dan plat.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas PUTR berencana mengupayakan anggaran untuk perbaikan lanjutan. Meski demikian, Fahresi menekankan bahwa daya tahan jembatan sangat bergantung pada kesadaran masyarakat.
“Kami berharap masyarakat bekerja sama dengan mengawasi dan membatasi muatan kendaraan yang melintas. Jika beban melebihi kapasitas, jembatan ini dipastikan akan rusak kembali dalam beberapa bulan,” tutupnya.(da*)


