Notification

×

Iklan

Jelang Ramadan, Bupati Pasaman Tekankan Kinerja Tetap Optimal

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:17 WIB Last Updated 2026-02-18T23:00:07Z

Bupati Welly Suhery dalam kegiatan wirid, pengajian

Pasaman, Rakyatterkini.com - Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan tekad untuk tetap menjaga laju pembangunan sekaligus meningkatkan efektivitas kinerja birokrasi.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Welly Suhery dalam kegiatan wirid, pengajian, dan doa bersama yang digelar di Masjid Agung Al-Muttaqin, Pasaman Islamic Center, Selasa (18/2). Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan dihadiri Wakil Bupati Parulian, Sekretaris Daerah Yudesri, para staf ahli, asisten, kepala OPD, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pasaman.

Selain sebagai kegiatan keagamaan, momen tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat konsolidasi internal serta menyamakan persepsi arah kebijakan menjelang bulan suci. Dalam arahannya, Bupati Welly menegaskan bahwa Ramadan tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan produktivitas kerja. Ia meminta seluruh perangkat daerah mempercepat penyusunan dan penyelesaian laporan strategis pemerintahan dengan tetap menjunjung ketelitian dan kesesuaian data.

Beberapa dokumen yang menjadi perhatian di antaranya Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj), Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), serta Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP). Menurutnya, ketepatan waktu dan sinkronisasi antar-OPD merupakan tolok ukur profesionalisme pemerintahan.

Ia menekankan tidak boleh ada keterlambatan maupun ketidaksinergian data antarperangkat daerah. Akuntabilitas administrasi, tegasnya, menjadi cerminan integritas sekaligus wibawa Pemerintah Kabupaten Pasaman di mata masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas-OPD harus diperkuat dan sikap ego sektoral dihindari demi menjaga kredibilitas institusi.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga menegaskan pentingnya menjadikan prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai landasan moral seluruh program pembangunan. Filosofi yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau tersebut dinilai harus mewarnai setiap kebijakan pemerintah daerah.

Penguatan nilai ABS-SBK disebut sebagai program unggulan pertama dari sepuluh program prioritas daerah, sekaligus menjadi fondasi etis bagi sembilan program lainnya. Menurut Welly, pembangunan tidak hanya berorientasi pada capaian fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab.

“Pembangunan yang utuh adalah pembangunan yang kokoh secara struktural dan kuat secara moral,” ujarnya.

Dalam suasana khidmat itu, Ustad Masri menyampaikan tausiyah tentang pentingnya tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa serta mempererat hubungan antarsesama melalui sikap saling memaafkan sebagai bekal menyambut Ramadan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Pasaman. Acara kemudian dilanjutkan dengan tradisi bersalam-salaman antara Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh pejabat dan ASN sebagai simbol kebersamaan dan soliditas dalam menyongsong bulan suci.(St.M)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update