Notification

×

Iklan

Imlek Nasional 2026 Angkat Tema Harmoni Budaya dan Sosial

Minggu, 08 Februari 2026 | 15:16 WIB Last Updated 2026-02-08T08:16:00Z

Perayaan Imlek Nasional 2026 dorong semangat gotong royong

Jakarta, Rakyatterkini.com– Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2026 dengan tema “Harmoni Imlek Nusantara” menjadi momentum penting untuk meneguhkan nilai kepedulian sosial sekaligus memperkuat karakter kebangsaan. Selain menampilkan ragam ekspresi budaya, perayaan ini juga menghadirkan inisiatif sosial yang mendorong semangat gotong royong dan solidaritas di tengah masyarakat.

Penyelenggaraan Imlek Nasional 2026 dilakukan secara kolaboratif melalui sinergi antara berbagai kementerian, lembaga pemerintah, pemerintah daerah, serta dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan tahun ini dirancang untuk menonjolkan keberagaman tradisi Imlek yang berkembang di berbagai wilayah Indonesia.

“Festival Imlek tahun ini menjadi kesempatan untuk menampilkan kekayaan tradisi perayaan Imlek dari sejumlah daerah. Selain Singkawang, terdapat juga tradisi Grebeg Sudiro di Surakarta, Cap Go Meh di Palembang, serta perayaan di Manado dan Makassar. Keberagaman ini mencerminkan harmoni budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Irene di Wihara Dharma Jaya Toasebio, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

Selain aspek budaya, Imlek Nasional 2026 juga diarahkan untuk memperkuat nilai kemanusiaan melalui Gerakan Berbagi Cahaya. Program ini mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Melalui gerakan ini, penguatan kepedulian sosial diwujudkan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti akses pendidikan vokasi, pengembangan keterampilan berbasis teknologi dan ekonomi kreatif, termasuk bagi masyarakat terdampak bencana.

Program ini juga menitikberatkan pada pengembangan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas produktif masyarakat, mulai dari fasilitas pendidikan hingga infrastruktur berbasis energi berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.

Gerakan Berbagi Cahaya juga meliputi penyediaan fasilitas publik yang berbasis kebutuhan komunitas, seperti sarana air bersih dan hunian yang mendukung aktivitas ekonomi keluarga. Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari penguatan jaring pengaman sosial, program ini memberikan dukungan bagi kelompok masyarakat rentan melalui bantuan sosial yang fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk gizi dan kebutuhan pokok, terutama pada situasi tanggap darurat bencana.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update