Jakarta, Rakyatterkini.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Gempa ini tergolong jenis Megathrust dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hasil analisis terbaru BMKG menunjukkan magnitudo gempa diperbarui menjadi M6,2. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa Pacitan ini termasuk gempa dangkal akibat pergerakan naik pada lempeng bumi (thrust fault).
“Gempa ini memiliki mekanisme Megathrust dengan pergerakan naik (thrusting) dan kedalaman yang dangkal,” ujar Daryono dalam keterangan pers, Jumat (6/2/2026).
Episenter gempa berada di koordinat 8,98° LS; 111,18° BT, atau sekitar 89 km tenggara Kota Pacitan, dengan kedalaman 58 km di bawah permukaan laut. Berdasarkan lokasi dan kedalaman hiposenter, gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng di wilayah tersebut.
Dampak gempa dirasakan di beberapa daerah dengan skala intensitas berbeda:
IV MMI: Bantul, Sleman, dan Pacitan (getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah).
III MMI: Kulon Progo, Trenggalek, Wonogiri, Malang, Cirebon, Blitar, Surakarta, Karanganyar, Magelang, Jombang, Tulungagung, Ponorogo, Magetan, Nganjuk, Wonosobo, dan Banjarnegara (getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah ada truk melintas).
II MMI: Tuban dan Jepara (dirasakan sebagian orang, benda ringan yang digantung ikut bergoyang).
Pemodelan BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 01.35 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya gempa susulan.(da*)


