Notification

×

Iklan

Dua Jembatan Darurat Hanyut di Palembayan Akibat Hujan Deras

Jumat, 13 Februari 2026 | 00:14 WIB Last Updated 2026-02-12T20:02:14Z

Alat berat sedang memasak jembatan darurat 

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan dua unit jembatan darurat di Kecamatan Palembayan rusak dan hanyut akibat derasnya aliran Sungai Batang Nanggang setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut pada Rabu malam.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menyebut jembatan darurat yang terbuat dari batang pohon kelapa itu tidak mampu menahan kuatnya arus sungai yang meningkat drastis.

“Kedua jembatan darurat tersebut terseret arus sungai yang cukup besar,” ujar Rahmat di Lubuk Basung, Kamis.

Ia menjelaskan, satu jembatan berada di sekitar Masjid Syuhada yang menghubungkan wilayah Sawah Laweh dan Kampuang Pili di Nagari Salareh Aia Timur. Sementara jembatan lainnya berada di Jorong Subarang Aia yang menjadi penghubung antara Koto Alam dan Subarang Aia.

Kedua jembatan tersebut sebelumnya dibangun sebagai jalur sementara pascabanjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan pada akhir November 2025.

Kepala Jorong Subarang Aia, Irlan, mengatakan hanyutnya jembatan menyebabkan warga setempat terisolasi karena akses tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung menuju Koto Alam.

“Jembatan ini sangat vital bagi warga, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan serta akses anak-anak ke sekolah. Saat ini pihak kepolisian tengah membangun jembatan bailey sebagai solusi sementara,” katanya.

Selain Palembayan, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tanjung Raya. Sebanyak 170 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi aman, seperti sekolah, masjid, serta rumah kerabat dan tetangga.

Rinciannya, 90 kepala keluarga berasal dari Nagari Koto Kaciak dan 50 kepala keluarga dari Nagari Sungai Batang. Rumah warga di kedua nagari tersebut terendam banjir setinggi 40 hingga 60 sentimeter akibat meluapnya Sungai Asam dan Sungai Tumayo. Saat ini kondisi air mulai surut dan warga bergotong royong membersihkan rumah masing-masing.

Sementara itu, tanah longsor di Jorong Lubuak Sao, Nagari Dalko, menyebabkan 30 kepala keluarga harus mengungsi. Longsoran tanah juga menumbangkan tiang listrik yang mengakibatkan pemadaman di sekitar lokasi kejadian.

Material longsor turut menimbun satu unit mobil minibus. Meski demikian, sopir dan seorang penumpang berhasil menyelamatkan diri. Selain itu, longsor menutup ruas jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi sepanjang sekitar 50 meter dengan ketebalan material mencapai 1,5 meter.

“Pembersihan material longsor masih terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat,” tambah Rahmat.

Curah hujan tinggi juga mengakibatkan meluapnya Sungai Batang Balok setelah dam sementara jebol di Jorong Bancah, Nagari Maninjau. Genangan air merendam ruas jalan Maninjau–Sungai Batang serta area SDN 09 Bancah. Warga setempat berupaya memperbaiki dam secara swadaya dengan menumpuk batu dan kayu.

Di Kecamatan Lubuk Basung, dua unit rumah di kawasan Siguhuang turut terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Batang Siguhuang.

Sebagai informasi, banjir bandang yang melanda Kecamatan Palembayan pada akhir November 2025 lalu menelan 146 korban jiwa, menyebabkan 32 orang dinyatakan hilang, serta merusak ratusan rumah dan lahan pertanian warga.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update