Notification

×

Iklan

BPR dan UMKM Jadi Motor Penggerak Ekonomi Sumbar

Selasa, 10 Februari 2026 | 15:33 WIB Last Updated 2026-02-10T08:33:00Z

Ilustrasi

Padang, Rakyatterkini.com — Perbankan syariah di Sumatera Barat mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan sepanjang 2025. 

Hingga Desember lalu, total aset sektor ini mencapai Rp14,36 triliun, naik 10,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya, jauh melampaui laju pertumbuhan industri perbankan secara keseluruhan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan capaian tersebut menandakan peran yang semakin penting dari perbankan syariah dalam mendukung perekonomian lokal, sekaligus mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.

“Perbankan syariah di Sumbar terus menunjukkan performa positif. Pertumbuhan aset dan pembiayaan yang pesat menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat,” ujar Roni Nazra, dikutip Senin (9/2/2026).

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah tercatat Rp11,20 triliun, naik 2,74 persen secara tahunan. Sementara penyaluran pembiayaan mencapai Rp12,10 triliun, tumbuh signifikan 14,27 persen, memperkuat fungsi intermediasi sektor ini.

Roni menambahkan, kualitas pembiayaan perbankan syariah tetap solid. Rasio Non Performing Financing (NPF) berada di level 1,75 persen, sedikit meningkat dibandingkan 1,32 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya, namun masih tergolong aman.

“Rasio NPF yang rendah menunjukkan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian diterapkan dengan baik,” jelasnya.

Secara keseluruhan, industri perbankan di Sumatera Barat hingga Desember 2025 mencatat total aset Rp85,37 triliun, naik 1,64 persen (yoy). 

Penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp73,86 triliun atau naik 0,68 persen, dengan penghimpunan DPK sebesar Rp58,98 triliun, tumbuh 5,09 persen. Rasio NPL perbankan umum tercatat 2,67 persen, sedikit meningkat dari 2,10 persen pada tahun sebelumnya.

Selain itu, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, menunjukkan pertumbuhan solid. Total aset BPR di Sumbar mencapai Rp3,12 triliun, naik 11,35 persen, dengan penghimpunan DPK Rp2,29 triliun dan penyaluran kredit serta pembiayaan Rp2,25 triliun. 

Sebanyak 71,39 persen pembiayaan BPR dialokasikan untuk sektor UMKM, menegaskan peran BPR sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Ke depan, OJK Sumbar berkomitmen mendorong penguatan perbankan syariah agar lebih berkontribusi pada pembiayaan sektor produktif dan pembangunan ekonomi Sumatera Barat yang berkelanjutan.(da*)


IKLAN



×
Berita Terbaru Update